Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Sukses Menggelar Simposium Melayu Serumpun

Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Ninno Wastikasari, SE, M.Si pada pembukaan simposium Melayu Serumpun Mewakili Gubernur Riau

Riau|| ISBCenter.com – Bersampena dengan peringatan hari jadi Provinsi Riau ke-68, Dinas Kebudayaan Provinsi Riau menggelar Simposium Melayu Serumpun di Ballroom Menara Bank Riau Kepri, Pada 8 Agustus 2025 – 9 Agustus 2025.

Sambutan Gubernur Riau Abdul Wahid

Dalam acara Pembukaan Simposium Melayu Serumpun Gubernur Riau Abdul Wahid yang dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Ninno Wastikasari, SE, M.Si menyampaikan Simposium ini bukan sekadar acara, tetapi adalah ikhtiar bersama untuk menggali hikmah, menimbang arus zaman, dan menata langkah-langkah masa depan Melayu. Kita menyaksikan bagaimana generasi muda hari ini hidup dalam derasnya arus digital, budaya global yang cepat dan kerap kali menyapu nilai-nilai akar budaya yang halus. Bukan mereka tak cinta Melayu, Tapi kadang tak tahu jalan pulang.

Bacaan Lainnya

“Jika anak tidak diasuh, Jika muda tidak dibimbing, Maka patahlah pucuk sebelum berbuah, Layulah dahan sebelum bersemi,” Urai Gubernur Lewat pantun yang disampiakan Sekdis Kebudayaan.

Para Narasumber dari Luar Negeri dan dalam Negeri

Dilanjutkan Gubernur, melalui forum lintas ilmu dan pengalaman ini, mari kita gali kembali akar-akar kekuatan Melayu Dan semangat serumpun yang tak bisa dipatah oleh batas negara. Saya ingin menegaskan bahwa inisiatif penyelenggaraan simposium ini adalah bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Riau, untuk memberi ruang bagi percakapan-percakapan yang bermakna tentang masa depan budaya kita.

Kami percaya, dari perjumpaan gagasan ini, akan lahir: Rumusan yang tertanam pada nilai, Pandangan yang jernih tentang tantangan masa kini, Dan strategi bersama untuk memperkuat identitas dan kerja sama budaya serumpun.

Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah awal menuju konteks baru Melayu: Bahwa pembangunan adalah kekuatan pembangunan, Bahwa identitas bukan beban masa lalu, tapi bekal mengungkap masa depan, Lanjut Gubernur.

Kepala UPT Museum Sang Nila Utama Sambut Kedatangan Tamu Undangan.

Saya yakin, selama Melayu masih saling bertemu, saling berbicara, dan saling berguru, selama itu pula Melayu akan tetap hidup, bukan sekadar di buku, tetapi di dada dan laku generasi kita.

“Berteduh kami di bawah jati, Berpucuk rimbun daunnya hijau, Melayu dijunjung sepanjang hati, Takkan hilang meski digempur zaman bengalau, Tutup Gubernur dalam Berbagainya yang di sampaiakan Sekdis Kebudayaan Ninno Wastikasari, SE, M.Si..(*Adv/Idn)

Pos terkait