Bengkulu||ISBCenter.com – Diskusi publik yang menghadirkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono di Universitas Gadjah Mada (UGM) berakhir ricuh setelah aksi mahasiswa memanas di sekitar lokasi kegiatan.
Berdasarkan informasi yang beredar, suasana diskusi mulai memanas ketika sejumlah mahasiswa menyampaikan penolakan terhadap kehadiran para narasumber. Aksi protes tersebut berkembang menjadi kericuhan yang menyebabkan jalannya diskusi tidak dapat dilanjutkan dan akhirnya dihentikan.
Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terdengar beberapa mahasiswa meneriakkan kritik keras kepada Budiman Sudjatmiko. Bahkan, sebagian di antaranya menyebut mantan aktivis reformasi itu sebagai “pengkhianat reformasi”.
Peristiwa tersebut langsung menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan luas di media sosial. Beragam tanggapan bermunculan, mulai dari dukungan terhadap sikap kritis mahasiswa hingga kritik terhadap aksi penghentian diskusi tersebut.
Akun Instagram fadhlunwirizkho menuliskan komentar yang cukup tajam terhadap Budiman Sudjatmiko.
“Budiman Sujadmiko the real pengkhianat demokrasi. Dan total politik adalah alat perusaknya,” tulis akun tersebut.
Komentar lain datang dari akun damascus_land_02 yang menyatakan dukungannya terhadap aksi mahasiswa.
“Mantaaap…. SAYA support penuh buat mahasiswa UGM,” tulisnya.
Di sisi lain, tidak sedikit warganet yang justru mengkritik aksi mahasiswa. Akun tunggal_nsc230 mempertanyakan konsistensi gerakan mahasiswa dan menilai aksi tersebut sarat kepentingan politik.
“Setelah orde baru mana yang bener-bener demo buat rakyat? Bacot pas belum dapat kursi doang, udah dapat juga diem,” tulisnya.
Hingga kini, peristiwa penghentian diskusi di UGM tersebut masih menjadi bahan perbincangan di media sosial..(*1dn)










