DLH Kuansing Kerahkan 201 Personel dan Tambah Armada untuk Tangani Sampah Selama Pacu Jalur 2026

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kuansing, Dodi Fitrawan

Kuansing||ISBCenter.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menyiapkan 201 personel beserta tambahan armada pengangkut sampah untuk menjaga kebersihan selama Festival Pacu Jalur Event Nasional 2026 yang akan berlangsung pada 19–23 Agustus di Tepian Narosa, Teluk Kuantan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi lonjakan volume sampah seiring meningkatnya jumlah pengunjung selama penyelenggaraan festival budaya tahunan itu. Seluruh personel akan disiagakan hingga malam hari untuk melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah di kawasan arena pacu jalur maupun di Kota Teluk Kuantan.

Bacaan Lainnya

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kuansing, Dodi Fitrawan, mengatakan produksi sampah selama Pacu Jalur diperkirakan meningkat sekitar 15 ton per hari. Pada kondisi normal, volume sampah di Kuansing mencapai sekitar 30 ton per hari sehingga selama festival jumlahnya diproyeksikan mencapai 45 ton per hari.

“Untuk Pacu Jalur, kami menurunkan seluruh personel dan menambah armada pengangkut sampah agar penanganan dapat dilakukan secara maksimal,” kata Dodi, Senin (3/8/2026).

Menurut Dodi, DLH saat ini memiliki enam unit truk sampah, satu unit kendaraan L300, dan sekitar tujuh unit kendaraan Kaisar. Armada tersebut dinilai belum memadai untuk menghadapi peningkatan volume sampah selama festival berlangsung.

Karena itu, DLH telah mengajukan bantuan empat unit truk coltdiesel dari pihak ketiga. Selain itu, pihaknya juga meminta dukungan sejumlah perusahaan di Kuansing untuk menambah armada pengangkut sampah selama pelaksanaan Pacu Jalur.

Dodi menegaskan, persoalan kebersihan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Ia mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terlebih Pacu Jalur menjadi ajang yang akan dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

“Keberhasilan menjaga kebersihan selama Pacu Jalur membutuhkan partisipasi semua pihak. Kami berharap masyarakat turut menjaga lingkungan agar Kuansing memberikan kesan yang baik bagi para tamu,” ujarnya.

Di sisi lain, DLH juga berencana mengevaluasi sistem pengelolaan sampah di tingkat kecamatan yang dinilai belum berjalan optimal. Sebagai alternatif, pengelolaan sampah akan dikaji dengan melibatkan pemerintah desa dan kelurahan, terutama di wilayah yang memiliki pasar mingguan, sehingga penanganan sampah dapat dilakukan lebih efektif dan berkelanjutan..(adv/yh)

Pos terkait