Kuansing||ISBCenter.com – Persiapan menuju Festival Pacu Jalur Tradisional Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Minggu (2/8/2026), panitia mencatat sebanyak 41 jalur telah mendaftarkan diri untuk mengikuti perlombaan yang akan digelar di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), pada 19–23 Agustus 2026.
Data tersebut disampaikan kerua Panitia FPJ 2026 Andi Cahyadi mengatakan, berdasarkan rekapitulasi sementara pendaftaran. Jumlah peserta diperkirakan masih akan terus bertambah mengingat proses pendaftaran masih dibuka dan sejumlah slot peserta masih berstatus booking.
” Hinggga hari ini sudah 41 jalur yang susah mendatangkan kenpanitia, baik yang susah mendftrakan nama maupun yang sudah boking”, kata Andi Cahyadi.
Sambung Andi Cahyadi, Dari daftar yang telah masuk, sejumlah jalur andalan dipastikan ambil bagian pada festival tahun ini. Di antaranya Pahlawan Kuantan Cahaya Kuansing dari Muaro Sentajo, Keramat Jubah Merah dari Muaro Sentajo, Carano Kuansing dari Koto Tuo Kopah, Kilek Alam Cahayo dari Jaya Kopah, Batu Lompatan Harimau Kompe 2009 dan Batu Lompatan Harimau Kompe 2024 dari Kinali, Linta Jalang dari Petapahan, Panah Samudra Selayang Angin dari Pauh Angit Hulu, Jitu Kuantan dari Pulau Busuk, serta Nona Seroja Bhayangkara dan Dewa Ruci Bintang Cempaka Arung Samudera dari Pulau Sipan.
Andi Cahyadi yang akrap di sapa Aheng ini mengtakan, Festival tahun ini juga kembali mendapat sambutan dari luar Kabupaten Kuantan Singingi. Hingga saat ini, sedikitnya empat jalur dari Kabupaten Indragiri Hulu telah memastikan keikutsertaan, di antaranya Tuah Kalajengking Muda Indragiri dari Desa Danau Baru, Kecamatan Rengat Barat, serta Putri Bungsu Dubalang Hitam dari Redang, Rengat Barat. Kehadiran peserta dari luar daerah menjadi bukti bahwa Pacu Jalur tetap memiliki daya tarik sebagai ajang budaya sekaligus olahraga tradisional yang bergengsi.
” Dari informasi dari INHU masih akan banyak lagi yang akan mendftrakan jalurnya ke panitia, ini bari sebagian, ” Ucap Aheng.
Jelas Kertua KONI Kaunsing ini, Berdasarkan rekap sementara panitia, Kecamatan Kuantan Tengah menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 11 jalur. Selanjutnya Kuantan Mudik tercatat mengirimkan 6 jalur, sementara Inuman, Kuantan Hilir Seberang, Sentajo Raya, Gunung Toar, Benai, dan Pangean masing-masing telah mendaftarkan 3 jalur. Kecamatan Cerenti dan Kuantan Hilir masing-masing menyumbang satu jalur. Sementara beberapa kecamatan lainnya diperkirakan masih akan menyusul sebelum penutupan pendaftaran.
Selain peserta yang telah resmi terdaftar, panitia juga mencatat masih terdapat sejumlah nomor undian yang telah dibooking oleh peserta dari berbagai kecamatan maupun sponsor. Nomor-nomor tersebut akan dikonfirmasi kembali sebelum proses pengundian resmi dilaksanakan.
Ketua Pelaksana Festival Pacu Jalur KEN 2026, Andi Cahyadi, mengimbau seluruh pemilik jalur yang belum melakukan pendaftaran agar segera menghubungi sekretariat panitia. Hal ini penting untuk memastikan seluruh administrasi peserta dapat diselesaikan tepat waktu sehingga pelaksanaan festival berjalan tertib dan lancar.
Aheng juga menjalskan, Panitia membuka layanan pendaftaran melalui Sekretariat Festival Pacu Jalur KEN 2026. Untuk informasi dan pendaftaran, masyarakat dapat menghubungi Eradotus di nomor 0812-7637-0192 atau Indra Sukri, ST., M.Pd. di nomor 0822-1755-1337.
Sambungnya, Festival Pacu Jalur Tradisional KEN 2026 merupakan salah satu agenda budaya terbesar di Provinsi Riau yang telah masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN). Selain mempertandingkan pacuan jalur terbaik, festival ini juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan seni, budaya, pameran UMKM, serta hiburan yang diperkirakan mampu menarik puluhan ribu wisatawan lokal maupun mancanegara.
Dengan waktu pelaksanaan yang tinggal menghitung hari, panitia optimistis jumlah peserta akan terus bertambah hingga seluruh kuota terpenuhi. Kehadiran puluhan jalur terbaik dari Kuansing maupun daerah tetangga diharapkan kembali menghadirkan persaingan sengit sekaligus memperkuat posisi Pacu Jalur sebagai warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Riau dan Indonesia..(*adv/yh)










