Doa Bersama di Bendungan Selagan Tandai Dimulainya Tanam Padi Serentak

Doa Bersama di Bendungan Selagan Tandai Dimulainya Tanam Padi Serentak

Mukomuko||ISBCenter.com – Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Pemerintah Kecamatan Selagan Raya menggelar tradisi doa bersama di kawasan Bendungan Desa Lubuk Bangko, Minggu 31 Mei 2026. Kegiatan ini menandai dimulainya musim tanam padi serentak bagi masyarakat petani di wilayah tersebut.

Acara yang rutin dilaksanakan setiap tiga tahun sekali ini dihadiri Bupati Mukomuko H. Choirul Huda, Kepala Bapperida, Kapolsek Teras Terunjam, Camat Selagan Raya, para kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, serta ratusan masyarakat petani.

Tahun ini, tanam serentak diikuti 6 desa, yaitu: Desa Sungai Ipuh dipimpin Kades Burzan, Sungai Ipuh 1 dipimpin Jaurudin, Sungai Ipuh 2 dipimpin Habibi, Pondok Baru dipimpin Suswandi, Lubuk Bangko dipimpin Juanda, dan Desa Aur Cina dipimpin Herman.

Berdasarkan data Kecamatan Selagan Raya, wilayah ini memiliki potensi lahan sawah fungsional seluas 975 hektare. Namun tingkat produktivitas saat ini masih berada pada rata-rata 5 ton gabah kering panen per hektare, lebih rendah dibandingkan sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Mukomuko.

Pemerintah daerah berharap penerapan pola tanam serentak yang diikuti optimalisasi alat mesin pertanian dapat meningkatkan hasil produksi. Pada tahun 2025, Kecamatan Selagan Raya telah menerima bantuan 5 unit traktor roda empat dan beberapa unit hand traktor dari pemerintah pusat dan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati H. Choirul Huda mengapresiasi semangat gotong royong dan kearifan lokal masyarakat.

“Saya bangga melihat kekompakan warga menjaga tradisi nenek moyang. Doa bersama ini bukan sekadar ritual, tapi menjadi kekuatan spiritual dan sosial untuk membangun peradaban serta pondasi ekonomi baru di desa,” ungkap Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemkab Mukomuko untuk mendorong transformasi pertanian modern berbasis teknologi dan hilirisasi.

“Ke depan kita arahkan agar gabah tidak hanya dijual dalam bentuk mentah. Harus ada pengolahan bernilai tambah di Mukomuko, sehingga pendapatan petani meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” tegasnya.

Doa bersama ini menjadi simbol harapan seluruh pihak agar musim tanam berjalan lancar, cuaca bersahabat, dan hasil panen melimpah sehingga kesejahteraan petani Selagan Raya dapat terus meningkat.(Zul)

Pos terkait