DPP Golkar Minta Maaf, Sebut Keributan Dua Kader di DPRD Riau Coreng Marwah Partai

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia

Riau|| ISBCenter.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar angkat bicara terkait kejadian adu jotos yang melibatkan dua kadernya di Gedung DPRD Riau. Partai berlambang beringin itu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat, khususnya masyarakat Riau.

Insiden yang disebut sangat mendesak itu terjadi pada Kamis, 16 Juli 2026, di ruang rapat DPRD Riau. Dua anggota dewan yang terlibat adalah Parisman Ihwan yang akrab disapa Iwan Fattah dan Indra Gunawan Eet. Keduanya diketahui sama-sama berasal dari Fraksi Partai Golkar.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menegaskan aksi kekerasan tersebut tidak bisa ditoleransi. Menurutnya, kejadian itu tidak hanya mencederai nama besar Golkar, tetapi juga menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga DPRD sebagai representasi rakyat.

Kejadian ini mencoreng nama baik partai dan juga merusak citra lembaga legislatif,” kata Doli, Jumat 17 Juli 2026.

Doli menyayangkan sikap kedua kader yang memilih menyelesaikan persoalan dengan emosi. Ia mengingatkan, anggota dewan hendaknya menjadi teladan dalam mengedepankan musyawarah, bukan adu fisik.

“Anggota dewan itu wakil rakyat, harusnya memberikan contoh yang baik. Semua masalah bisa dibicarakan dengan kepala dingin, secara rasional dan dialog. Bukan dengan emosi apalagi sampai kontak fisik,” tegasnya.

Berdasarkan laporan awal yang diterima DPP, memicu dinamika dalam rapat pembahasan anggaran. Saat itu, Indra Gunawan Eet diduga melontarkan pernyataan yang menyudutkan Parisman Ihwan hingga membuat rekannya terpancing emosi.

“Saya sudah dapat laporan awalnya. Persoalan berawal dari saudara Eet yang memojokkan saudara Parisman di forum rapat anggaran. Akhirnya saudara Parisman terpancing,” ungkap Doli.

Meski ada pemicu, Doli menilai kedua pihak tetap salah karena gagal menjaga kekompakan internal. Ia menekankan, sesama kader Fraksi Golkar wajib saling menjaga soliditas, bukan saling menjatuhkan di depan fraksi lain dan publik.

“Harusnya sesama Fraksi Golkar saling jaga marwah, jaga kolega. Bukan saling tuding dan adu merasa paling hebat,” ujarnya.

Untuk meredakan situasi, DPP Golkar telah berlangganan DPD Partai Golkar Riau untuk segera turun tangan. Kedua kader yang berseteru akan dipanggil untuk dimediasi agar konflik tidak melebar dan menyeret kelompok pendukung masing-masing.

“Saya minta pimpinan Golkar di Riau segera memanggil keduanya. Selesaikan secara internal, jangan berkepanjangan sampai melibatkan kelompok-kelompok,” pintanya.

Di akhir pernyataannya, Doli menyampaikan permohonan maaf resmi atas kegaduhan yang terjadi.

“Atas nama Partai Golkar, saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat, terutama masyarakat Riau yang merasa tidak nyaman atas peristiwa ini,” tutupnya..(*1dn)

Pos terkait