Kota Bengkulu||ISBCenter.com – Pemerintah Kota Bengkulu mulai merealisasikan pembangunan tiga jembatan di wilayah rawan banjir. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), groundbreaking proyek senilai total Rp5,2 miliar tersebut telah dilaksanakan sebagai upaya mengatasi isolasi wilayah saat intensitas hujan tinggi.

Pembangunan ini merupakan hasil sinergi antara Pemkot Bengkulu dan Polresta Bengkulu dalam menjawab keluhan warga. Kegiatan tersebut dihadiri Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, Wakil Walikota Ronny PL Tobing, dan Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat, S.S., M.H.
Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman, menjelaskan proyek ini berawal dari laporan masyarakat yang dikumpulkan oleh jajaran Bhabinkamtibmas di lapangan.
“Pak Kapolresta beberapa waktu lalu menerima laporan dari Bhabinkamtibmas terkait beberapa titik yang mengalami banjir. Sebenarnya Dinas PUPR sudah mengidentifikasi lokasi-lokasi tersebut sejak tahun 2023, namun saat itu masih terkendala anggaran. Alhamdulillah tahun ini bisa direalisasikan,” ujar Noprisman.
Menurutnya, sebelum masuk tahap kontrak, Kapolresta bersama Bhabinkamtibmas, lurah, dan camat telah turun langsung melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan pembangunan tepat sasaran.
“Lokasi yang diusulkan kini sudah kita laksanakan dan seluruh pekerjaan sudah berkontrak. Insyaallah pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih tiga bulan sehingga pada November mendatang sudah bisa dimanfaatkan masyarakat,” tambah Noprisman.
Adapun tiga lokasi prioritas yang dibangun tahun ini adalah Pancur Mas, Betungan, dan Muara Bangkahulu atau Pematang Gubernur. Rinciannya, Jembatan Betungan dengan anggaran sekitar Rp1,4 miliar, Jembatan Pancur Mas Rp1,8 miliar, dan Jembatan Pematang Gubernur dengan alokasi terbesar sekitar Rp2 miliar.
Selama proses konstruksi, akses di ketiga titik tersebut akan ditutup total. Hal ini karena struktur jembatan tidak memungkinkan pengecoran secara bertahap.
Dinas PUPR memastikan akan melakukan sosialisasi pengalihan arus dan menyiapkan jalur alternatif bagi warga.
“Nanti akan kami sosialisasikan kepada masyarakat melalui pemerintah kecamatan, kelurahan, media, serta berkoordinasi dengan Polsek Muara Bangkahulu. Akan ada penutupan sementara, namun kami sudah menyiapkan jalan alternatif agar aktivitas masyarakat tetap berjalan,” jelasnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk bersabar selama masa pengerjaan, mengingat struktur beton memerlukan waktu perawatan hingga mencapai kekuatan maksimal.
“Beton membutuhkan waktu hingga mencapai umur yang sesuai sehingga tidak bisa langsung digunakan setelah selesai dicor. Kami berharap masyarakat dapat bersabar karena pembangunan ini untuk kepentingan bersama,” pungkas Noprisman..(*dd)










