DR. H. Rosjonsyah: Bupatinya Para Petani

 

Bengkulu||ISBCenter.com – Pak Rosjonsyah ini adalah salah satu Bupati yang sangat peduli terhadap sektor pertanian.

Kepeduliannya memang tidak dipamerkan seperti membagi-bagi handtraktor dan sebagainya, namun kepeduliannya berwujud nyata dalam peningkatan ketahanan pangan di Kabupaten Lebong.

Bisa juga dikatakan Pak Rosjonsyah ini ‘Bupati nya para petani’. Kenapa bisa begitu, karena prestasi beliau di sektor ketahanan pangan patut di acungi jempol.

Kita lihat saja, berkali-kali Pak Rosjonsyah meraih penghargaan dari Presiden RI dalam meningkatkan beras di atas 5%.

Pak Rosjonsyah juga serius dalam mengembangkan komoditas lokal unggulan lainnya, seperti contohnya Beras Batet dan Jeruk Gerga Lebong.

kalau mendegar jeruk gerga, rasanya pasti sangat segarrrrrr … Selain itu Kabupaten Lebong merupakan salah satu kabupaten sentra produksi padi yang surplus beras setiap tahunnya dan beras sudah ditetapkan sebagai salah satu komoditas unggulan.

Seperti diketahui Beras ‘batet’ dan jeruk Gerga sudah sampai bahkan menjadi santapan saat pelantikan para Menteri Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo.

Beras batet yang dikirim ke Jakarta waktu itu 1,5 ton dan rasanya yang enak, dipuji Ibu Mega dan Puan (Puan Maharani).

Apresiasi atau pujian terhadap rasa beras batet itu merupakan peluang bagi upaya menjadikan beras Lebong sebagai salah satu unggulan daerah. Karena itu, selain perlu ditingkatkan produksinya, beras Lebong juga perlu dijaga dan ditingkatkan kualitasnya.

Bagi Pak Rosjonsyah, soal perberasan ini sangat urgen. Beliau mewanti-wanti, beras yang kita punya jangan sampai kalah dengan beras impor seperti beras Vietnam yang secara kualitas tidak lebih bagus dari pada beras Lebong.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat produksi padi Kabupaten Lebong pada 2019 mencapai 58.244 ton.

Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Provinsi Bengkulu Fatihuddin mengatakan produksi padi jenis batet varietas lokal Kabupaten Lebong, Bengkulu tertinggi di Provinsi Bengkulu.

“Padi lokal Kabupaten Lebong, varietas batet hanya dapat dipanen setiap enam bulan sekali, tapi petani mampu melipatgandakan capaian gabah untuk digiling menjadi beras,” ujar Fatihuddin.

Produksi padi varietas lokal tersebut, lanjutnya, terus naik.”Pada 2018 lalu, produksi hanya mencapai 41.113 ton. Lalu pada 2019 naik menjadi 58.244 ton,” tukas Fatihuddin.

Produksi ini menjadi capaian paling tinggi dari 10 kabupaten/kota di Bengkulu yang juga menanam padi sawah dan ladang. Ternyata panen varietas lokal asal Lebong, antara lain padi batet mampu memberikan produksi melimpah.

Pak Rosjonsyah menegaskan bahwa komoditas beras sebagai sumber pangan utama di Kabupaten Lebong ini perlu dikembangkan dalam segala aspek. Sebagaimana yang diamanahkan oleh Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi. Bahwa cadangan pangan perlu terdiri dari cadangan pangan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan desa.

Untuk percepatan pengembangan beras sebagai produk unggulan, Rosjonsyah meminta semua stakeholders dapat menjalin kerja sama dalam pengembangan komoditas beras seperti memfasilitasi pihak Bulog untuk bisa dan dapat berkerja sama denga para pelaku perberasan sehingga kegiatan pengembangan usaha pangan masyarakat yang bersumber dari bantuan pemerintah dari badan ketahanan pangan untuk pengadaan beras toko Tani Indonesia bisa berjalan dengan baik sesuai dengan harapan kita bersama.

Jadi urusan perberasan dan ketahanan pangan Pak Rosjonsyah sangat peduli melalui aksi dan wujud yang nyata.

Peduli terhadap ketahanan pangan tidak melulu dengan handtraktor, Handtraktor hanya bagian dari sub output ketahanan pangan. Dan bersama Pak Rohidin Mersyah, Pak Rosjonsyah sudah memiliki rencana besar untuk penguatan ketahanan pangan, mensiasati terhadap kebutuhan lahan pangan berkelanjutan tanpa harus membatasi pembangunan dan peningkatan kualitas produk lokal pertanian dan perkebunan.

Tujuan besar apa, tidak lain hanya untuk menyerap produksi dan mensejahterakan petani Bengkulu…(**tim)

Pos terkait