Erupsi Anak Krakatau Berdampak Luas, 30 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Dibatalkan dan 5.000 Penumpang Tertahan

Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru

Riau||ISBCenter.com – Aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau berdampak langsung terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Hampir 5.000 penumpang dilaporkan terdampak akibat pembatalan penerbangan.

Hingga Senin (7/9/2026), tercatat sebanyak 30 penerbangan dari dan menuju Bandara SSK II Pekanbaru terpaksa dibatalkan. Pembatalan tersebut berlaku untuk jadwal penerbangan hingga pukul 18.00 WIB sesuai dengan Notice to Airmen (NOTAM) yang diterima pihak pengelola bandara.

Bacaan Lainnya

PGS General Manager Bandara Internasional SSK II Pekanbaru, Imamura Ginting, mengatakan jumlah hampir 5.000 penumpang tersebut merupakan akumulasi data dari seluruh maskapai yang beroperasi di Bandara SSK II.

“Jadi dapat kami laporkan dari Bandara SSK II Pekanbaru, hari ini tanggal 7 September 2026 sampai dengan siang ini penerbangan yang sudah kami dapatkan laporan dari seluruh maskapai ada 30 penerbangan yang di-cancel sampai dengan pukul 18.00 WIB sesuai dengan NOTAM yang disampaikan,” ujar Imamura, Senin (7/9/2026).

Imamura merinci, dari 30 penerbangan yang dibatalkan tersebut, sebanyak 15 penerbangan merupakan jadwal keberangkatan dari Pekanbaru menuju Jakarta, sementara 15 penerbangan lainnya adalah penerbangan dari Jakarta yang seharusnya mendarat di Pekanbaru.

“Dari 30 penerbangan itu, 15 yang akan berangkat ke Jakarta dan 15 yang rencananya akan tiba di Bandara SSK II Pekanbaru. Dari 30 penerbangan itu, perkiraan kami sesuai dengan laporan dari para maskapai, ada hampir 5.000 pax yang terimbas akibat pembatalan penerbangan tersebut,” jelasnya.

Dengan banyaknya penerbangan yang dibatalkan, pergerakan pesawat di Bandara SSK II Pekanbaru pun mengalami penurunan signifikan. Meski demikian, operasional bandara tidak lumpuh total karena sejumlah rute di luar jalur terdampak abu vulkanik masih tetap dilayani.

“Ya, pastinya dampaknya pergerakan pesawat juga berkurang karena ada 30 penerbangan yang dibatalkan. Namun, dari Bandara SSK II sendiri, kita masih ada penerbangan menuju Kuala Lumpur, Batam, Kualanamu, dan Gunung Sitoli,” katanya.

Imamura menegaskan, pembatalan penerbangan difokuskan pada rute-rute yang melintasi atau menuju Pulau Jawa, sebagaimana tercantum dalam NOTAM.

“Jadi, penerbangan yang dibatalkan hanya ke arah Jawa nya, sesuai dengan NOTAM yang disampaikan kepada kita,” ujarnya.

Jika dipersentasekan dari total trafik harian, Imamura memperkirakan sekitar 70 persen penumpang Bandara SSK II ikut terdampak, mengingat rute Jakarta merupakan rute tersibuk. Sementara 30 persen lainnya masih dapat terbang melalui rute alternatif yang aman.

“Kalau dari total jumlah penumpang pastinya lebih banyak yang menuju ke Jakarta atau ke Halim dibandingkan yang tadi kami sebutkan seperti Batam, Kuala Lumpur, Singapura ataupun Kualanamu. Itu bisa dibilang 30 persen yang tidak terdampak dan 70 persen yang terdampak akibat pembatalan,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kebingungan penumpang, pihak maskapai telah melakukan pemberitahuan secara masif terkait pembatalan jadwal.

“Kalau untuk hal tersebut, menurut kami pihak maskapai sudah mem-blasting bahwasannya ada pembatalan untuk penerbangan kemarin dan hari ini,” katanya.

Pantauan di Bandara SSK II, sejumlah penumpang yang terdampak terlihat mendatangi konter layanan masing-masing maskapai untuk mengurus pengembalian dana maupun penjadwalan ulang keberangkatan.

“Kami lihat juga beberapa penumpang yang batal hari ini itu melapor kepada pihak maskapai untuk melakukan refund ataupun melakukan reschedule penerbangannya,” ungkap Imamura.

Terkait kebijakan pengembalian dana, pihak bandara menyebut maskapai memberikan kemudahan berupa pembebasan biaya refund.

“Kami dapatkan informasi bahwasannya pihak maskapai membebaskan, artinya tidak ada kena biaya untuk refund terhadap tiket tersebut,” ujarnya.

Sedangkan bagi penumpang yang memilih untuk menjadwalkan ulang, proses reschedule akan disesuaikan dengan ketersediaan kursi pada tanggal yang diinginkan penumpang.

“Kalau reschedule berdasarkan jumlah seat yang tersedia di jadwal ataupun tanggal yang diminta oleh para penumpang,” pungkasnya..(*ay)

Pos terkait