Riau||ISBCenter.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau menunjukkan hasil positif. Membaiknya cuaca serta kerja intensif di lapangan membuat kondisi di sejumlah wilayah berangsur aman dan terkendali.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, kabut asap yang sebelumnya menyelimuti beberapa daerah kini sudah jauh berkurang, termasuk di Kota Pekanbaru. Kondisi ini sangat membantu upaya pemadaman yang dilakukan satgas gabungan.
“Kita semua mengetahui bahwa kondisi cuaca saat ini sudah membaik, khususnya di Kota Pekanbaru dan beberapa kabupaten/kota di Riau. Inilah wujud nyata dari sinergi, koordinasi, dan gotong royong sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Presiden,” ujar Plt Gubri SF Hariyanto di Kantor Gubernur Riau, Senin (31/08/2026).
Menurutnya, keberhasilan mengendalikan karhutla merupakan buah dari kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri, hingga masyarakat. Tidak ada yang bekerja sendiri-sendiri dalam penanganan bencana ini.
“Kata kuncinya adalah gotong royong, di sini tidak ada yang merasa paling hebat paling kuat atau paling mampu. Yang ada hanyalah satu hal kita bekerja secara kolaboratif untuk mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.
SF Hariyanto mengungkapkan, sejumlah lahan yang sempat terbakar kini sudah berhasil dipadamkan. Meski medan di beberapa titik cukup berat, sinergi satgas darat dan udara mampu mempercepat proses pengendalian api.
“Alhamdulillah, lahan yang kemarin sempat terbakar saat ini sudah berhasil kita atasi. Memang kemarin kita sempat kesulitan memadamkan api di area yang sangat berat, berkat gotong royong satgas darat dan udara kondisi sudah terkendali aman,” ungkapnya.
Selain pemadaman darat dan udara, Pemerintah Provinsi Riau juga terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Saat ini, penaburan garam pada awan potensial diperpanjang waktunya hingga malam hari.
“Operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan juga luar biasa. Satgas udara terus menabur garam setiap hari tanpa mengenal malam jika awan potensial terlihat. Bahkan kalau sebelumnya hanya sampai jam 9 malam, saat ini jam 11 malam juga dilakukan penaburan garamnya,” terangnya.
Tak hanya fokus pada pemadaman, upaya pencegahan dan penegakan hukum juga diperkuat. Polda Riau bersama Kejaksaan dan TNI terus melakukan pengawasan ketat di lahan bekas terbakar dengan memasang papan larangan.
“Penegakan hukum juga berjalan tegas dari Polda Riau, Kejaksaan, hingga TNI. Di lahan-lahan bekas terbakar tersebut kini dipasang palang yang tertulis aturan-aturan. Ini terus kita tambah dan sempurnakan dengan pasal-pasal KUHP baru,” tegasnya.
Plt Gubernur menegaskan, lahan bekas karhutla akan diawasi total dan tidak boleh dimanfaatkan untuk aktivitas apapun, terutama penanaman.
“Lahan bekas kebakaran diawasi total dan tidak boleh ada yang melakukan aktivitas penanaman. Jika ditemukan ada yang menanam di sana, maka dialah yang dianggap membakar atau membuka lahan tersebut dan sanksi tegas akan diberlakukan.” pungkasnya..(*ay)










