Karhutla Meluas di Lima Kabupaten Riau, Manggala Agni Kerahkan Personel Tambahan

Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera menambah jumlah personel untuk melanjutkan operasi pemadaman yang masih berlangsung, Senin (10/8/2026)

Riau||ISBCenter.com – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus diperkuat. Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera menambah jumlah personel untuk melanjutkan operasi pemadaman yang masih berlangsung, Senin (10/8/2026).

Penambahan regu tersebut dilakukan untuk mengendalikan penyebaran titik api yang terdeteksi di lima kabupaten utama, yakni Bengkalis, Rokan Hilir, Siak, Pelalawan, dan Indragiri Hulu.

Bacaan Lainnya

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan operasi pemadaman darat dan udara masih terus digencarkan secara intensif di sejumlah titik rawan.

“Hari ini Manggala Agni masih melaksanakan pemadaman lanjutan di tujuh lokasi yang tersebar di beberapa kabupaten di Riau,” ujar Ferdian pada Senin (10/8/2026) malam.

Untuk wilayah kerja Daops Dumai dan Siak, tim fokus melakukan pemadaman di Kelurahan Pematang Pudu dan Desa Buluh Apo, Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Palika di Rokan Hilir, serta Desa Bunsur di Siak. Di Kepulauan Palika, kekuatan personel ditambah satu regu bantuan dari Daops Labuhan Batu, Sumatera Utara.

Sementara di Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, kebakaran telah memasuki hari ke-12. Luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 64 hektare, dan tim gabungan baru berhasil memadamkan sekitar 11,05 hektare dari total lahan gambut yang terdampak.

Ferdian menyebutkan, kondisi di Kerumutan masih belum sepenuhnya terkendali karena api masih menyala di lapisan bawah gambut hingga ke tajuk.

“Statusnya masih belum padam, masih ada api aktif di bawah, permukaan, dan tajuk, serta terdapat pulau-pulau api yang harus ditangani,” katanya.

Di Kerumutan, tim Manggala Agni Daops Rengat bersama TNI, Polri, dan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Gandaerah Hendana mulai menerapkan strategi penyisiran atau mopping-up. Petugas dibagi dua kelompok untuk menyisir sisa bara api mulai pukul 08.00 hingga 16.30 WIB dengan memanfaatkan sumber air terdekat.

Kebakaran hebat juga terjadi di Desa Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu yang telah memasuki hari kedelapan. Perkiraan luas area terbakar di lokasi tersebut mencapai 50 hektare dengan bentangan api sepanjang 2,25 kilometer dari barat ke timur dan 3 kilometer dari utara ke selatan.

Untuk menahan laju api di Indragiri Hulu, petugas melakukan pemadaman langsung menggunakan mesin pompa serta membangun sekat bakar sepanjang 700 meter dan tujuh embung air. Kendala utama di lapangan adalah adanya kepala api di sisi timur yang sulit dijangkau karena tidak adanya akses jalan.

Menyikapi hal itu, tim gabungan mengerahkan alat berat untuk membuka jalur masuk dan melanjutkan pembuatan sekat bakar sepanjang 1,3 kilometer. Operasi di Indragiri Hulu melibatkan kolaborasi Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD-PKP Indragiri Hulu, BBKSDA Riau, serta RPK PT Teso Indah, PT MKS, dan PT TPP.

Operasi pemadaman di Pelalawan dan Indragiri Hulu juga diperkuat dengan dukungan dua unit helikopter water bombing. Seluruh personel dipastikan akan kembali melanjutkan pemadaman pada Selasa (11/8/2026) hingga seluruh titik api dinyatakan padam total..(*ay)

Pos terkait