Kecelakaan Sepeda Motor “Beradu Kambing” di Kec. Air Nipis, Satu Korban Tewas

Bengkulu Selatan||ISBCenter.com – Tabrakan Beradu Kambing terjadi di Desa Palak Bengkerung Kec. Air Nipis, Nyawa Anggi (19) tidak tertolong pasca bertabrakan dengan Lopen Harianto (16), Rabu (15/7/2020) pagi.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Deddy Nata SIK disampaikan Kapolsek Seginim IPTU Tamsir Hasan diwakili Ka. SPK Regu I Bripka A Setiawan dan personil Piket Bripka Willy Sibagariang menjelaskan,  kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) maut ini terjadi sekitar pukul 10.01 WIB.

“Menurut keterangan saksi mata, Anggi mengendarai sepeda motor Yamaha R15 (B 3483-red) melaju dari arah Kecamatan Air Nipis menuju arah Manna. Di sekitar simpang Pekan Minggu, muncul Lopen dari arah berlawanan mengendarai sepeda motor Honda Revo Obsolute, lalu keduanya bertabrakan,” ungkap Setiawan.

Mendengar kejadian tersebut, lanjut Setiawan, petugas piket SPKT Polsek Seginim langsung berkoordinasi dengan Unit Laka Satlantas Polres Bengkulu Selatan, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengevakuasi kedua pengendara ke rumah sakit, mengamankan barang bukti dan mengumpulkan ketarangan saksi-saksi.

“Anggi menghembuskan nafas terakhir setelah berada di RSUD Manna, dan sore ini sudah dipulangkan ke rumah duka di Desa Suka Negeri Kecamatan Air Nipis. Sementara Lopen masih dalam kondisi kritis dan telah ditangani intensif di rumah sakit,” ujarnya.

Semua barang bukti berupa dua unit sepeda motor diamankan Unit Laka Satlantas di Mapolres Bengkulu Selatan.

hingga berita ini ditayangkan Satlantas Polres Bengkulu Selatan masih menyelidiki penyebab utama terjadinya tabrakan maut tersebut dan bersama personel SPKT Polsek Seginim melayat ke rumah duka.

Pihak keluarga korban menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada polisi.

Menurut keterangan segenap kerabat korban, Anggi sedianya akan melangsungkan pernikahan pada 9-10 Agustus mendatang.

Bahkan, pagi hari sebelum tabrakan maut ini, orang tua korban sudah sibuk menyampaikan undangan lisan kepada para tetangga sedesanya.

“Iya, benar. Sudah orang tuanya sudah mulai Bejeghum (undangan-red) didesa kita ini,” aku salah satu tetangga korban..(**Helmi G)

Pos terkait