Kenaikan Yesus ke Surga, Bukti Dia Berbeda dan Tiada Taranya

Oleh: Pdt. Yusak, S. Th – Gembala GKKD BOM Bengkulu

Bengkulu||ISBCenter.com – Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke surga bukan sekadar kisah sejarah perpindahan tempat, melainkan momen kemenangan agung dan penegasan mutlak akan siapa Yesus sesungguhnya. Dalam Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus Kristus yang digelar GKKD BOM Bengkulu.

Pdt. Yusak, S.Th menyampaikan pesan mendalam bahwa Yesus adalah satu-satunya Pribadi Ilahi, terkemuka, dan jauh berbeda dari seluruh tokoh agama maupun pemimpin rohani manapun di dunia.

Bacaan Lainnya

Setiap langkah dalam karya penebusan-Nya — mulai kelahiran, pelayanan, kematian di kayu salib, kebangkitan, hingga kenaikan ke surga — memiliki makna kekal. “Hari ini kita merenungkani peristiwa puncak yang membuktikan kedudukan Yesus yang mulia selamanya,” ujar Pdt. Yusak dalam khotbahnya bertema “Makna Kenaikan Yesus Kristus ke Surga”.

KENAIKAN: TANDA SAH KARYA KESELAMATAN SEMPURNA

Mengacu pada sejumlah ayat kunci Alkitab — Markus 16:19, Kisah Para Rasul 1:9, Roma 8:34, dan Kisah Para Rasul 10:43 — Pdt. Yusak menjelaskan secara teologis bahwa kenaikan Yesus adalah penegasan identitas dan otoritas-Nya.

“Yesus bukan sekadar manusia, bukan sekadar guru akhlak atau nabi. Dia adalah Allah yang menjadi manusia. Kenaikan-Nya ke surga menandakan karya penebusan-Nya sudah sempurna, berkenan, dan diterima sepenuhnya oleh Allah Bapa. Kini Dia berkuasa penuh atas segala sesuatu di langit dan di bumi. Ini garis pemisah nyata iman Kristen dengan ajaran lain: hanya Dia yang hidup, menang, dan berkuasa selamanya.”

Kenaikan ini adalah peristiwa sejarah nyata. Empat puluh hari setelah bangkit dari kematian, di hadapan murid-murid-Nya, Yesus naik secara jasmani ke hadirat Bapa. Logika imannya jelas: jika hanya mati, Dia sama seperti manusia lain; jika bangkit tapi tidak naik, kemenangan belum diakui. Namun fakta Alkitab lengkap: Dia mati, bangkit, dan naik ke surga duduk di tempat paling mulia. Itu bukti Dia satu-satunya Juru Selamat dan Pengantara sejati.

PERBEDAAN MUTLAK: DIA SATU-SATUNYA YANG MENGALAHKAN MAUT

Poin paling tegas dalam penyampaian ini adalah perbandingan nyata antara Yesus dengan tokoh agama atau pemimpin rohani lainnya.

“Di dunia ini banyak pemimpin besar, pendiri ajaran, dan guru kebijaksanaan. Mereka mengajarkan kebaikan, moralitas, dan jalan kebenaran. Tapi ada satu fakta tak terbantahkan: semua mereka meninggal, dan kuburan mereka masih ada sampai sekarang. Tak satu pun yang mampu mengalahkan kematian. Mereka mengajarkan jalan, tapi mereka sendiri terperangkap maut dan tak bisa selamatkan diri sendiri, apalagi orang lain,” tegas Pdt. Yusak.

Tapi Yesus berbeda — sangat berbeda dan jauh melampaui semuanya.

Sejarah dan Alkitab bersaksi: Yesus mati, tapi bangkit kembali hari ketiga. Kuburan-Nya kosong! Tubuh-Nya tidak membusuk, Dia hidup selamanya, dan puncaknya: naik ke surga. Dari kebenaran ini, ditegaskan dua hal besar:

Dia Tepat Disebut Yang Ilahi
Kebangkitan adalah bukti sah dari Allah Bapa bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. Kuasa atas maut adalah hak mutlak Allah saja. Tak ada manusia, sehebat apa pun, yang mampu melakukannya. Karena Dia bangkit, terbukti perkataan-Nya benar, janji-Nya pasti, dan ajaran-Nya kebenaran hidup. Dia satu-satunya yang layak disembah dan menjadi sumber iman.

Dia Terkemuka dan Tiada Taranya
Mengutip Kolose 1:18,

“Ia yang pertama bangkit dari antara orang mati, supaya Ia yang terkemuka dalam segala sesuatu.”

Perbedaannya sangat jelas:

– Tokoh lain = makhluk yang berusaha mencari Allah.
– Yesus = Allah yang turun mencari manusia.

“Mereka mengajarkan jalan, Yesus adalah Jalan itu sendiri. Mereka menunjuk terang, Yesus adalah Terang itu sendiri. Mereka mendaki ke atas, Yesus dari atas datang menjemput kita. Tak ada perbandingan. Dia berdiri sendiri di tempat tertinggi. Kenaikan-Nya menutup semua perdebatan selamanya: Dia yang bangkit, Dia yang naik, Dia yang memerintah,” tambahnya.

KESIMPULAN & APLIKASI HIDUP: IMAN KEPADA DIA YANG HIDUP

Menutup renungan, Pdt. Yusak mengajak seluruh jemaat meyakini satu kebenaran besar:

“Mereka mati dan tetap di kuburan, tapi Yesus mati, bangkit, dan naik ke surga memerintah.”

Karena Dia bangkit dan naik ke surga, tiga kepastian menjadi milik setiap orang percaya, sekaligus menjadi panduan hidup nyata sehari-hari:

1. Iman Kita Tidak Sia-sia
Kita tidak mengikuti ajaran orang mati, melainkan Dia yang Hidup. Aplikasinya: Hidup dengan iman yang teguh, jangan ragu atau malu memalukan, karena yang kita sembah hidup dan berdaya. Kita hidup bukan berdasarkan aturan manusia, tapi berdasarkan kebenaran Dia yang menang.

2. Kita Punya Pengandaian Hidup
Dia ada di sebelah kanan Allah, senantiasa berjuang dan mendoakan kita. Aplikasinya: Saat lemah, bersalah, atau dalam masalah, datanglah dengan berani. Kita punya Perantara yang mengerti kelemahan kita dan selalu memohon rahmat. Jangan cari perantara lain, cukup Dia saja.

3. Kita Punya Harapan Pasti
Sama seperti Dia naik, kelak kita pun akan diangkat dan dibawa ke kemuliaan. Aplikasinya: Hidup dengan pandangan ke masa depan kekal. Jangan terikat sepenuhnya pada dunia sementara. Lakukan segala hal dengan tujuan kekal, karena tujuan kita ada di surga bersama-Nya.

Pesan terakhir yang disampaikan mengajak semua orang percaya hidup yakin dan percaya:

“Tak ada yang menyamai-Nya. Tak ada ajaran yang lebih benar. Tak ada jalan selain Dia. Mari hidup penuh keyakinan dan katakan pada semua orang: Yesus Kristus Tuhan yang hidup, Raja yang menang, satu-satunya Pribadi yang memimpin atas segala sesuatu, sekarang dan sampai selamanya.”

Di tulis oleh: Pdt. Yusak, S.Th – Gembala GKKD BOM Bengkulu

Pos terkait