Mukomuko||ISBCenter.com – Menyikapi perkembangan situasi nasional terkait aksi demonstrasi di sejumlah wilayah Indonesia, Ketua Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu H Bismarifni SH, mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya masyarakat Adat Kabupaten Mukomuko, untuk tetap menjaga kondusifitas dan tidak mudah terprovokasi.
Bismarifni menegaskan bahwa penyampaian aspirasi kepada pemerintah harus dilakukan dengan tertib, tanpa tindakan anarkis yang merugikan masyarakat sendiri.
“Saya selaku Ketua Musyawarah Adat Kabupaten Mukomuko mengajak seluruh masyarakat, secara khusus masyarakat adat, dalam menyampaikan tuntutan dan aspirasinya agar tetap menjaga kondusifitas, tidak terprovokasi melakukan aksi-aksi anarkis seperti perusakan, pembakaran, dan penjarahan,” tegasnya
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh isu-isu yang menyinggung suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Mari kita saling menjaga dengan tidak terpengaruh oleh penggiringan isu yang bisa memecah belah. Hal ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan.
Kita mempunyai pepatah ” Kito marah dengan tikus jangan rankiang (lumbung padi) yang dibakar.” Itu nilai nilai kearifan lokal,” tambahnya.
Bismarifni meminta aparat TNI-Polri serta pihak terkait menjaga keamanan secara terukur dan tidak represif terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara damai.
Namun, ia juga mendesak agar aparat menindak tegas para pelaku aksi anarkis yang memicu kerusuhan.
Selain itu, Bismarifni mendorong masyarakat adat, organisasi, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ruang dialog, menjaga fasilitas umum, serta saling membantu di tengah kesulitan.
“Pada kesempatan ini saya juga mengimbau agar kita bergotong royong, bahu-membahu menjaga persatuan dan membantu setiap kesulitan yang dialami masyarakat,” ujarnya.
Diakhir pernyataannya, Bismarifni menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa daerah.
“Atas nama Badan Musyawarah Adat Kabupaten Mukomuko, saya menyampaikan simpati dan duka cita kepada seluruh korban, baik yang mengalami luka-luka maupun yang meninggal dunia,” tutupnya(Zul)










