Komitmen Majukan Seni dan Budaya Melayu, Disbudpar Pekanbaru Daftarkan HAKI Baju Singkap

Kepala Disbudpar Kota Pekanbaru, Akmal Khairi

Pekanbaru||ISBCenter.com – Penguatan identitas Melayu jadi fokus Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pekanbaru tahun ini. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Baju Singkap ke Kementerian Hukum.

Kepala Disbudpar Kota Pekanbaru, Akmal Khairi, mengatakan program tersebut selaras dengan visi-misi Wali Kota Pekanbaru, H Agung Nugroho, dalam mewujudkan kota yang berbudaya, maju, dan sejahtera.

“Ada beberapa memang (program yang dijalankan tahun ini) terkait dengan kebudayaan pariwisata Kota Pekanbaru. Pertama tentang kebudayaan. Tentu yang pertama kita ingin menaikkan tentang seni kebudayaan kota Pekanbaru, melayu,” terang Akmal, Selasa (12/5/2026).

Ia menegaskan, pengembangan budaya lokal menjadi prioritas karena masuk dalam arah pembangunan kota.

“Karena memang visi misi Walikota Pekanbaru adalah menjadikan Pekanbaru yang berbudaya, maju dan sejahtera. Nah, tentu di dalam visi itu tentu kita harus mengembangkan atau meningkatkan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Kota Pekanbaru,” ujar Akmal.

Terkait Baju Singkap, Akmal menyebut pakaian khas Melayu itu sudah resmi didaftarkan ke Kemenkumham.

“Tentu kebudayaan kebudayaan yang kita angkat itu yang pertama, kemaren ada yang sudah kita HAKI kan satu, seperti Baju Singkap, itukan budaya melayu. Sudah kita HAKI kan di Kemenkumham. Itu sudah satu, tentang Baju Singkap namanya,” jelasnya.

Tak hanya busana tradisional, Disbudpar juga mendorong penguatan kesenian khas Pekanbaru. “Ada lagi kebudayaan-kebudayaan yang bersifat seni ya. Salah satu contohnya adalah, ada semacam tari ciri khas dari melayu. Kemudian juga ada mungkin dengan berbalas pantun nya,” ungkapnya.

Dengan pendaftaran HAKI dan pengembangan seni tradisi, Disbudpar berharap kekayaan budaya Melayu Pekanbaru semakin dikenal luas dan terlindungi secara hukum..(*ay)

Pos terkait