Mahasiswa KKN UID Ciamis Luncurkan Program Unggulan Bertajuk Kampung Affiliator

Mahasiswa KKN UID Ciamis Luncurkan Program Unggulan Bertajuk Kampung Affiliator

Ciamis||ISBCenter.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Darussalam (UID) Ciamis terus menggencarkan kontribusi mereka terhadap pemberdayaan masyarakat melalui peluncuran program unggulan bertajuk Kampung Affiliator. Rabu (30/07/2025).

Program ini diinisiasi oleh Zam Zam, selaku Wakil Ketua KKN dan juga sekaligus Presiden Mahasiswa UID, yang menggandeng Madrasah Mathlabul Ulum sebagai mitra strategis dalam pelaksanaannya di Desa Pawindan, Kabupaten Ciamis.

Program Kampung Affiliator dirancang untuk mendorong partisipasi masyarakat desa dalam kegiatan ekonomi berbasis digital, khususnya melalui sistem afiliasi dan promosi produk lokal.

Gagasan ini diajukan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pawindan sebagai bentuk pendekatan formal agar mendapatkan dukungan birokratis yang kuat. Dalam pertemuan resmi yang di gelar tanggal 27 Juli 2025, BPD menyambut hangat inisiatif ini dan menyatakan komitmennya untuk memberikan atensi serta menindaklanjuti program melalui jalur kelembagaan desa.

Tidak hanya berhenti pada koordinasi struktural, tim KKN juga melakukan pendekatan kultural dan kelembagaan dengan menjalin silaturahmi bersama tokoh lokal, salah satunya Ustadz Asep, yang mewakili Madrasah Mathlabul Ulum. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan produktif, menghasilkan kesamaan pandangan mengenai pentingnya membentuk ekosistem ekonomi desa yang inovatif dan berkelanjutan.
Salah satu tonggak penting dalam proses penguatan program ini adalah pertemuan antara tim KKN dan Ustadz Asep, Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi jembatan komunikasi, tetapi juga memperkuat arah sinergi antara dunia pendidikan, mahasiswa, dan masyarakat desa.

Zam Zam menegaskan bahwa pertemuan itu menjadi titik balik yang penting bagi kelanjutan program. “Saya melihat dan mendengar langsung kapasitas Ustadz Asep saat ditemui dalam rangka silaturahmi kelembagaan, maka dari itu saya mempertegas dan merajut langsung ide yang sedang kami gagas, dan itulah alasan kami mengapa madrasah Mathalbul Ulum dipilih sebagai tempat awal merealisasikan gagasan” ungkap Zam Zam.

Dalam wawancara, Ustadz Asep mengungkapkan pentingnya membangun pola usaha baru yang berbasis pada partisipasi komunitas dan didukung oleh lembaga desa. “Kita perlu menggagas model usaha yang tidak hanya berorientasi pada individu, tapi mampu menjadi contoh yang menginspirasi masyarakat. Program Kampung Affiliator ini bisa menjadi momentum untuk memulai hal tersebut,” ujar beliau.

Lebih lanjut, dalam forum Musyawarah Desa (MusDes) yang digelar pada tanggal 28 Juli 2025, Ustadz Asep menyampaikan pandangannya secara lugas.

Ia menekankan pentingnya keterbukaan pemerintah desa khususnya melalui BUMDes, terhadap inovasi yang sejalan dengan perkembangan zaman.
“Sudah saatnya pemerintah desa, terutama melalui BUMDes, lebih terbuka terhadap kemajuan digital.

Program affiliator ini bisa jadi langkah awal yang strategis, karena tidak memerlukan modal besar dan bisa diakses oleh hampir seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa inisiatif semacam ini memiliki potensi untuk mengangkat produk-produk lokal secara tidak langsung.

“Ke depannya, bukan tidak mungkin produk lokal kita bisa dikenal lebih luas melalui sistem afiliasi ini. Tentu kita harus mulai memikirkan dan menyiapkan langkah-langkah ke arah sana,” tegasnya.

Sementara itu, Zam Zam selaku penggagas program menyampaikan bahwa upaya sinergis ini adalah langkah strategis agar program tidak hanya hidup selama masa KKN berlangsung, tetapi bisa terus berkembang di bawah pengelolaan warga.

“Kami ingin meninggalkan sistem, bukan hanya kegiatan. Karena itu, kami rangkul semua pihak baik pemerintah desa, lembaga pendidikan, maupun tokoh masyarakat,” tutur Zam Zam saat diwawancarai seusai rapat koordinasi.
Dari hasil dialog dan pertemuan tersebut, terlihat bahwa program Kampung Affiliator mulai mendapatkan dukungan beberapa pihak.

Pendekatan lintas kelembagaan dan silaturahmi yang dibangun dengan penuh rasa saling percaya menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan program ini.

Melalui upaya bersama ini, diharapkan Kampung Affiliator dapat menjadi model percontohan dalam pengembangan desa berbasis ekonomi digital dan kolaborasi strategis, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui optimalisasi potensi lokal yang dimiliki masyarakat Desa Pawindan dengan pihak BUMDes.(*Ilham)

Pos terkait