Jakarta || ISBCenter.com – Inisiator UKW Mandiri di Indonesia dan Ketua FKPRM di Jatim
MOHON maaf Presiden tentu saya salami jika berada di depan saya
Mohon maaf para menteri pembantu Presiden tentu saya salami jika di depan saya
Mohon maaf Gubernur, Bupati, Walikota dan jajaran fokompimda atau orang tua yang kami kenal tentu akan saya salami jika di depan saya.
Karena selama ini saya telah membuat pola pikir yang kadang menurut kami benar menurut narasumber salah, atau sebaliknya menurut narasumber benar, namun menurut kami salah, mungkin kita telah membuat pesan-sama-sama terlalu dini bahkan terlalu dini.
Meski saya tidak kenal, tapi kami merasa merugikan dengan tulisan, kami sudah memohon pemilik alam raya se-isinya, Tuhan YME.
Jadi kata maaf terucap dari lubuk hati yang dalam akan terasa sempurna diiringi dengan ucapan di maafkan.
Seperti dalam sebuah acara apapun bentuknya, di awal atau akhir pihak tuan rumah dan penyelenggara selalu berucap
“Jika ada kesalahan atau pelayanan yang kurang mohon di maafkan”.
Mohon ampun memang sangat beda dengan mohon maaf, mohon ampun cukup kita tujukan kepada Allah SWT, karena telah melanggar larangannya dan tidak menjalankan perintahnya, namun mohon maaf dan di maafkan tertuju kepada lebih dari seseorang, bahkan bisa dalam satu komunitas atau kelompok bila kita salah bertutur kata atau bertindak.
Pengucapan kata maaf sekarang menjadi melebar, tidak saja bila kita berbuat salah, tapi di pakai pengantar bila kita akan memulai bercerita sesuatu atau nelihat kejadian yang tidak pantas di dengar dan di lihat.
Di mata Allah SWT, apapun status dirinya tetap yang ingin mohon ampun di anggap telah menjalankan perintahnya, namun tidak kembali, tapi apakah permintaan maaf tidak akan terulang kembali dengan kesalahan yang berbeda. Semua penilaian yang menilai serta menyimpulkan. Selamat hari raya idul Fitri 1442 H .. (** tim)
Rilis oleh: Drs.Agung Santoso ..










