Riau||ISBCenter.com – Seperti kita ketahui Museum adalah jendela suatu kota, Ingin mengetahui gambaran sebuah kota, maka datang saja ke museum. Dipastikan semuanya bisa terjawab, untuk mengenalkan akan sejarah yang ada di Provinsi Riau maka UPT Museum Sang Nila Utama dan Taman Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Riau mengadakan kegiatan Peningkatan Pelayanan dan Akses Terhadap Museum (Pameran Keiling) dengan tema “MEMAHAMI PERADABAN INDONESIA MELALUI PERKEMBANGAN MATA UANG”, kegiatan ini dilaksanakan dari hari selasa 28 November s/d 2 Desember di Jil Belanda 1810 Huis Van Webiring Kabupaten Bengkalis.
“Kegiatan ini rutin kita lakukan setiap tahunnya, namun karna kuota tiap tahunnya terbatas, maka Kabupaten Bengkalis tahun ini baru mendapatkan giliran, ujar Kepala UPT Museum dan Taman Budaya Tengku Leni Rahayu, S.Sos.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dan juga wawasan kepada anak anak di daerah tentang Museum Sang Nila Utama dan tentang koleksi koleksi apa saja yang ada di dalam museum sang nila utama terkhusus Koleksi Numismatika yaitu koleksi uang kuno.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan juga wawasan kepada anak anak kami di daerah tentang Museum Sang Nila Utama dan tentang koleksi koleksi apa saja yang ada di dalam museum sang nila utama,” ujarnya
Disamping itu tujuan yang diharapkan kedepannya dapat memacu dan memicu anak-anak untuk dapat mengunjungi Museum Sang Nila Utama yang ada di Kota Pekanbaru, karena dengan mengunjungi museum tentunya anak-anak dapat menambah ilmu dan mengedukasi kepada masyarakat dan anak didik sehubungan dengan warisan cagar budaya yang diwariskan oleh para leluhur khususnya Provinsi Riau.
“Semoga setelah digelarnya pameran ini dapat memacu anak anak untuk datang ke museum Sang Nila Utama di Kota Pekanbaru guna menambah ilmu dan me gedukasi anak anak kita,” lanjutnya.
Dalam pameran ini khusus memamerkan Koleksi Numismatik yang merupakan koleksi benda-benda di masa lalu yang memiliki nilai sejarah seperti uang kertas, uang koin, token, maupun benda lain yang berhubungan dengan benda/aset yang pernah beredar dan digunakan oleh masyarakat pada umumnya.

Selain menambah edukasi kepada anak anak, dengan adanya pameran keliling ini (uang kuno) diharapakan masyarakat dan anak didik akan terus menghormati dan menghargai para leluhur yang pada masanya telah dengan luar biasa membuat segala sesuatu sebagai wujud identitas negara dan daerah
Seperti kita ketahui bahwa UPT Museum Sang Nila utama telah banyak berusaha mengumpulkan benda benda budaya yang pada masa lampau dipakai oleh para leluhur.
Berbagai koleksi yang telah dikumpulkan dari masyarakat terus dirawat dikaji dan pada akhirnya mendapat kesempatan dipamerkan kepada masyarakat. dengan bekal pengetahuan yang dimilki UPT Museum Sang NIla Utama telah berusaha menyelamatkan warisan budaya bangsa agar generasi dimasa sekarang dan yang akan datang dapat menyaksikan warisan.
“Sampai saat ini UPT Museum Sang Nila utama terus menambah koleksi museum yang dikumpulkan dari masyarakat guna menyelamatkan warisan budaya bangsa agar generasi dimasa sekarang dan yang akan datang dapat menyaksikan warisan,” pungkas Tengkulu Leni Rahayu..(*AY)










