PAD Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing Capai Rp792 Juta, Jauh di Bawah Biaya Penyelenggaraan Miliaran Rupiah

Kepala Bapenda Kuansing, Masrul Hakim

Kuansing||ISBCenter.com – Pelaksanaan Event Nasional Festival Pacu Jalur Tradisional 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp792 juta. Jumlah tersebut masih terpaut jauh jika dibandingkan dengan total anggaran penyelenggaraan yang mencapai miliaran rupiah.

Capaian PAD tersebut dipaparkan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kuansing dalam rapat evaluasi bersama Plt Bupati Kuansing Muklisin yang digelar pada Selasa (1/9/2026) di Kantor Bupati Kuansing.

Kepala Bapenda Kuansing, Masrul Hakim, menjelaskan bahwa realisasi PAD tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, realisasi PAD dari event yang sama tercatat sebesar Rp594,4 juta.

“Alhamdulillah, ada peningkatan jika dibandingkan dengan pelaksanaan pacu jalur tahun 2025.”

Untuk tahun 2026, kontribusi terbesar disumbangkan oleh Dinas Koperasi dan UKM.

“Penyumbang PAD terbesar pada ajang tahun ini berasal dari Dinas Koperasi dan UKM sebesar Rp384,7 juta,” kata Masrul.

Ia merinci, realisasi tersebut didominasi oleh retribusi pemanfaatan aset daerah untuk lapak pedagang yang mencapai Rp375,2 juta. Sementara itu, Bapenda sendiri menyetorkan Rp164,3 juta yang bersumber dari pajak hotel, restoran, hiburan, dan reklame.

Selain itu, Dinas Perhubungan menyumbang Rp112,5 juta dari sektor retribusi parkir dan terminal, serta Dinas Lingkungan Hidup sebesar Rp41,3 juta dari retribusi kebersihan.

Masrul menyebut, angka PAD masih berpotensi bertambah karena masih ada wajib pajak yang belum melakukan pembayaran.

“Potensi PAD masih ada, belum masuk, menunggu tanggal 10 sesuai masa pajak,” kata Masrul.

Meski sudah mendekati target awal sebesar Rp1 miliar, capaian tersebut belum sebanding dengan anggaran yang digelontorkan. Pada tahun 2026, Pemkab Kuansing mengalokasikan anggaran Rp1,2 miliar melalui APBD, sementara total kebutuhan anggaran festival mencapai Rp6,6 miliar. Kekurangan anggaran tersebut ditutup melalui pengajuan proposal kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kuansing.

Dalam evaluasinya, Masrul menegaskan bahwa potensi penerimaan daerah dari event nasional ini sebenarnya masih bisa dioptimalkan, mengingat besarnya perputaran ekonomi selama festival berlangsung.

“Untuk optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah pada saat pelaksanaan event nasional pacu jalur, pemerintah daerah perlu melakukan optimalisasi sejak tahap perencanaan hingga selesai pelaksanaan event,” kata Masrul.

Ia juga menyoroti perlunya pemetaan menyeluruh terhadap seluruh objek retribusi, mulai dari pendataan ulang pedagang, penggunaan fasilitas daerah, hingga penguatan koordinasi lintas instansi. Penerapan sistem pembayaran digital juga didorong untuk meminimalisir potensi kebocoran penerimaan di lapangan..(*ped)

Pos terkait