Bengkulu||ISBCenter.com – Vaksinasi Covid-19 di Kota Bengkulu dihadapkan kepada sebuah realitas sosial yang cukup komplet. Aspek kultural, sosial hingga politik, memberikan pengaruh linear pada penolakan sejumlah kelompok masyarakat terhadap vaksin. Namun situasi ini juga mengalami paradoks. Tidak semua masyarakat menutup mata. Nyatanya, celah penerimaan masih sangat terbuka lebar.
Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Alamsyah M TPd usai menerima vaksinasi selasa lalu (02/03) mengatakan kendati di tengah terjadinya penolakan oleh beberapa kelompok masyarakat terhadap vaksin, masih terdapat banyak kelompok masyarakat yang menjadi tumpuan untuk memperlebar potensi penerimaan vaksin, contohnya para ASN, Polisi dan TNI serta kelompok pelayan publik lainnya.
“Kalau kita mau bicara soal untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity, target vaksinasi itu harus mencapai 70 persen dari jumlah penduduk. Kita berharap di Kota Bengkulu target itu bisa tercapai”, kata Politisi PKS ini.
Alamsyah menambahkan untuk meningkatkan cakupan penerimaan vaksin di Kota Bengkulu, dapat dilakukan dari beberapa aspek. Yang pertama adalah aspek struktural yakni peran pemerintah dan tenaga medis sebagai sumber informasi. Dan yang kedua adalah aspek kultural dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memberikan imbauan yang berpengaruh terhadap masyarakat.
Alamsyah mengingatkan vaksinasi Covid-19 merupakan ikhtiar besar bangsa ini. Sehingga menjadi tugas bersama untuk mensukseskannya..(**Zk)










