Pemkab Mukomuko Terima 2 Penghargaan Dari BPJS Kesehatan Aktual Pemerintahan

Pemkab Mukomuko Terima 2 Penghargaan Dari BPJS Kesehatan Aktual Pemerintahan

Mukomuko||ISBCenter.com – Pemerintah Kabupaten Mukomuko menerima 2 penghargaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yakni penghargaan Kolektibilitas terbaik ke 2 dan penghargaan pelaporan pengentryan ARIP oleh semua Satuan Kerja (Setker) di Pemkab peringkat terbaik 2.

“Alhamdulillah Pemkab Mukomuko pada kegiatan rekonsiliasi iuran wajib Pemda Provinsi, Kabupaten,Kota di wilayah kerja Kc Bengkulu menerima 2 penghargaan yakni penghargaan Kolektibilitas terbaik ke 2 dan penghargaan pelaporan pengentryan ARIP oleh semua satker di Pemkab peringkat terbaik 2,”kata Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Mukomuko, Elva Elinda ketika dikonfirmasi, Kamis (6/6).

Lanjutnya, pada kegiatan rekonsiliasi iuran wajib Pemda Provinsi, Kabupaten,Kota di wilayah kerja Kc Bengkulu dihadiri beberapa daerah yakni pihak Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bengkulu, KPPN Mukomuko, KPPN Manna dan BPJS Kesehatan Bengkulu Triwulan 1 Tahun 2024.

Dikatakan Elva dengan diterimanya 2 penghargaan ini akan lebih memotivasi tim di Pemda Mukomuko agar semakin lebih baik lagi.

“Penghargaan ini salah satu kerja keras bersama sehingga pada hari ini Pemkab Mukomuko menerima 2 penghargaan. Dan ini akan dijadikan motivasi dan semangat kedepannya agar semakin lebih baik,”ucapnya.

Pada kegiatan rekonsiliasi iuran wajib Pemda Provinsi, Kabupaten,Kota di wilayah kerja Kc Bengkulu bersama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bengkulu, KPPN Mukomuko, KPPN Manna dan BPJS Kesehatan Bengkulu Triwulan 1 Tahun 2024. Untuk Mukomuko dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mukomuko, Dr.Abdiyanto.

Dalam diskusi yang dilakukan pada kegiatan tersebut, Sekda Mukomuko, Dr.Abdiyanto mengatakan bahwa Pemkab Mukomuko telah menggagas langkah gotong royong untuk mewujudkan tanggung jawab bersama melalui APBDes bisa berkontribusi untuk dialokasikan ke kesehatan.

“Selain itu ada dana di desa belum bisa dipakai,tapi untuk kegiatannya bisa dipakai untuk sosialisasi,”terangnya. (*Zul)

Pos terkait