Bengkulu||ISBCenter.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong transformasi digital daerah melalui Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Bengkulu.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Besar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu, Rabu (19/8), dan diikuti oleh Staf Ahli Gubernur Bengkulu Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Zahirman Aidi.
Rakor ini menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi antara Pemprov Bengkulu, pemerintah kabupaten/kota, Bank Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Zahirman Aidi menegaskan bahwa upaya pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan untuk menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
“Pengendalian inflasi harus dilakukan secara bersama dan berkelanjutan, sehingga kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau,” ujar Zahirman Aidi.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menekankan bahwa kolaborasi antara TPID dan TP2DD memiliki peran strategis dalam menjaga ekonomi daerah tetap stabil sekaligus memperluas ekosistem digital.
“Sinergi TPID dan TP2DD menjadi kunci untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ekosistem digitalisasi daerah,” ujar Wahyu Yuwana Hidayat.
Rapat tersebut juga membahas langkah-langkah antisipatif terhadap potensi tekanan inflasi, upaya menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan komoditas pangan, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
Selain fokus pada stabilitas harga, percepatan digitalisasi daerah juga menjadi perhatian utama, terutama melalui perluasan transaksi non-tunai dan penguatan ekosistem digital dalam layanan pemerintahan dan transaksi masyarakat..(*2b)










