Plt Gubernur Riau Tegaskan Program MBG Tidak Turunkan Retribusi Daerah, Disdik Akui Salah Input Data

Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto

Riau||ISBCenter.com – Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berpengaruh terhadap penurunan retribusi daerah. Pernyataan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang sempat ramai di masyarakat.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Riau apabila terdapat informasi serta penyampaian data yang anomali sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Untuk itu, saya ingin meluruskan berita yang beredar agar tidak menjadi informasi yang tidak akurat di masyarakat,” paparnya.

Bacaan Lainnya

Plt Gubri menjelaskan, Pemprov Riau sangat mendukung pelaksanaan MBG karena sejalan dengan semangat efisiensi APBD. Ia menyebut program tersebut justru memberi dampak positif bagi keuangan daerah.

“Untuk itu kita mendukung program MBG karena bersinergi dengan semangat efisiensi APBD. Hal itu terbukti dengan adanya program MBG, kita bisa menghemat anggaran sebesar Rp45 miliar per tahun untuk sekolah biaya makan minum sekolah berasrama (Boarding School),” kata Plt Gubri lagi.

Terkait isu penurunan retribusi dari kantin sekolah, mantan Inspektur Investigasi Kementerian PUPR itu memastikan tidak ada pengaruh signifikan. Menurutnya, kontribusi retribusi kantin terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat kecil.

“Serta kami akan mendukung pernyataan kepala BGN bahwa akan menghidupkan kembali kantin kantin yang ada di sekolah. Sebaliknya, Program Makan Bergizi Gratis justru memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar. Program ini menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, jasa distribusi, hingga sektor pendukung lainnya,” paparnya lagi.

Hasil penelusuran menunjukkan adanya kesalahan input data oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau terkait laporan kontribusi retribusi kantin sekolah yang disampaikan ke Bapenda. Bapenda Riau juga tidak melakukan pengecekan ulang sebelum data tersebut diteruskan ke Plt Gubernur.

“Jadi sekali lagi kami tegaskan tidak ada pengaruh dari program MBG untuk penurunan retribusi daerah. Semoga penjelasan ini dapat dipahami dan tidak menjadi bola liar di publik,” imbuh SF Hariyanto.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman melalui Sekretaris Teza Darsa mengakui adanya kekeliruan dalam penyampaian laporan prognosis ke Bapenda. Kesalahan itu berimbas pada informasi yang diterima Plt Gubernur mengenai retribusi kantin sekolah.

“Dalam kesempatan ini kami tegaskan bahwa kami telah keliru dalam menyampaikan Program MBG sebagai penyebab turunnya pendapatan retribusi kantin sekolah. Demikian klarifikasi ini disampaikan, kami pihak Dinas Pendidikan Provinsi Riau menyampaikan Permohonan Maaf yang sebesar besarnya kepada Bapak Plt Gubernur Riau, Bapenda Provinsi Riau dan masyarakat Riau atas kesalahan Kami dalam menyampaikan laporan yang tidak benar yang mengakibatkan permasalahan ini terjadi,” ungkapnya..(*ay)

Pos terkait