Polisi Tahan Pimpinan Ponpes di Pekalongan, Dugaan Pencabulan Santriwati Terbongkar Jelang Iduladha

Polisi Tahan Pimpinan Ponpes di Pekalongan, Dugaan Pencabulan Santriwati Terbongkar Jelang Iduladha (Ilustrasi AI)

Pekalongan||ISBCenter.com – Kasus santriwati hamil di salah satu pondok pesantren di Buaran, Pekalongan, Jawa Tengah, mulai menemui titik terang. Pimpinan ponpes berinisial K diamankan Polres Pekalongan Kota pada Rabu (27/5) untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Penangkapan dilakukan jelang pelaksanaan salat Iduladha, setelah organisasi Yakuza Maneges yang dipimpin Gus Thuba Ploso Kediri mendatangi ponpes tersebut. Kedatangan mereka merupakan tindak lanjut atas laporan puluhan santri yang mengaku menjadi korban pencabulan.

Dugaan tindak asusila ini disebut telah berlangsung selama 12 tahun terakhir. Berdasarkan keterangan awal, sedikitnya 25 santriwati menjadi korban.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi menegaskan, pihaknya hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan secara marathon untuk mengungkap kasus ini dengan melibatkan psikolog dan tim Labfor Polda Jawa Tengah.

“Petugas juga memasang garis polisi di area pondok, guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan,” ujar AKBP Riki Yariandi.

Kasus ini mencuat setelah viral kabar “santriwati hamil dan melahirkan tanpa suami atau ayah biologis di Pekalongan, Jawa Tengah”. Pihak kepolisian masih mendalami keterangan saksi dan korban untuk memastikan jumlah pasti serta kronologi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, area pondok pesantren masih dalam pengawasan ketat aparat dan dipasangi garis polisi. Proses hukum terhadap terduga pelaku terus berjalan sesuai prosedur yang berlaku..(*1dn)

Pos terkait