Bengkulu||ISBCenter.com – Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan dampak nyata di Provinsi Bengkulu. Kehadiran sekolah berasrama gratis ini membuka akses pendidikan layak bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem sebagai upaya memutus rantai kemiskinan.

Sekolah Rakyat menerapkan konsep boarding school dengan seluruh biaya pendidikan ditanggung APBN, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Program ini juga mendapat dukungan dari sektor swasta dan kolaborasi lintas kementerian.
Di Bengkulu, pengelolaan Sekolah Rakyat berada di bawah naungan Sentra “Dharma Guna” Bengkulu selaku Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial RI.
Cikal bakal program ini dimulai pada tahun 2025 melalui Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 6 Kota Bengkulu sebagai sekolah rintisan dengan 92 siswa. Latar belakang orang tua siswa mayoritas merupakan buruh harian lepas, petani, sopir, hingga pedagang.
Setelah satu tahun ajaran menumpang di Sentra “Dharma Guna”, kini para siswa telah resmi menempati gedung baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu yang berlokasi di Jalan Serawai, Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.
Momentum kepindahan tersebut ditandai dengan kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar pada Senin (20/7). Acara dibuka langsung oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap pemerataan pendidikan inklusif dan berkualitas.
Dalam sambutannya, Gubernur Helmi menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk memajukan bangsa.
“Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi Sang Saka Merah Putih, bagi Indonesia tercinta. Untuk negara yang ingin maju harus fokus pada pendidikan. Kita hari ini menjadi saksi sejarah, api kebangkitan telah mulai dikobarkan dari Provinsi Bengkulu, Bumi Merah Putih,” ujar Helmi Hasan.
Menurutnya, MPLS menjadi langkah awal yang penting bagi siswa untuk beradaptasi, mengenal lingkungan sekolah, serta membentuk karakter dan semangat belajar.
“Setiap anak bangsa harus mendapatkan hak yang sama, mendapatkan kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan berkualitas. Hari ini seolah kita berada di sekolah internasional. Maka bersungguh-sungguhlah menimba ilmu di sini,” tambahnya.
Helmi juga memberikan apresiasi tinggi atas hadirnya Sekolah Rakyat di Bengkulu yang diyakini mampu mencetak generasi yang berprestasi, berkarakter kuat dan siap bersaing di masa depan.
Melalui Open House, masyarakat dapat melihat langsung fasilitas, metode pembelajaran, serta berbagai program unggulan yang disiapkan sekolah. Pemprov Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pendidikan berkualitas melalui kolaborasi lintas sektor.
Sementara itu, Kepala Sentra “Dharma Guna” Bengkulu Hari Setiadi menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya soal akses pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter.
Ia menyebut pada Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu menerima total 270 siswa yang terbagi dalam jenjang Sekolah Rakyat Dasar (SRD), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).
“Kami dari Kementerian Sosial berkomitmen mendukung kemajuan pendidikan di Bengkulu dengan berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, BPS, Kementerian PU, serta berbagai pihak lainnya,” kata Hari.
Senada, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu Yuliarma Yenni berharap kehadiran sekolah ini dapat menekan angka putus sekolah di Bengkulu.
“Visi kami, Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 menjadi sekolah yang religius, unggul, berprestasi, dan berdaya saing global,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Komisi V DPR RI Erna Sari Dewi, Senator DPD RI Destita, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, serta jajaran pejabat dan stakeholder terkait lainnya..(*2b)










