Mukomuko||ISBCenter.com — Setelah dipastikan terjadi kenaikan target Investasi bagi Provinsi Bengkulu dari tahun sebelumnya. Maka di tahun ini Kabupaten Mukomuko juga mengalami peningkatan target investasi. Dimana untuk pembagian targetnya bagi Kabupaten dan Kota ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mukomuko Juni Kurnia Diana S.AP. Untuk ditahun 2023 lalu target Investasi Provinsi Bengkulu sebesar Rp17,4 triliun, sedangkan di tahun 2024 Pemprov mendapat target dari Pemerintah pusat sebesar Rp22 triliun maka dari itu secara otomatis daerah yang ada di Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan.
“Kenaikan target investasi untuk Bengkulu kurang lebih Rp 4,6 triliun. Maka dari itu kita sebagai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) juga mengalami kenaikan target, bahkan lebih besar dari daerah lain,”katanya.
Juni menambahkan untuk target Investasi Mukomuko tahun ini sebesar Rp3 triliun, dimana pada tahun 2023 target hanya Rp2 triliun. Dengan meningkatnya target investasi ini otomatis Pemkab Mukomuko harus bekerja keras sehingga bisa mencapai target yang diberikan. Selain harus bekerja keras untuk mencapai target investasi, secara internal harus memasarkan potensi-potensi daerah ini. Namun, ada yang menjadi salah satu kelemahan yang belum terjawab hingga sekarang yaitu penyusunan rencana umum penanaman modal (RUPM). Dimana RUPM ini dapat memberikan gambaran data, informasi yang valid kepada investor terhadap besaran atau ketersediaan potensi-potensi yang ada di kabupaten Mukomuko.
“Harus bekerja keras di semua sektor, itu pasti. Namun yang menjadi kendala sekarang tidak adanya RUPM untuk kita memasarkan potensi-potensi yang dimiliki, sehingga terkadang membuat investor berfikir lebih sebelum memutuskan untuk berinvestasi,”terangnya.
Dijelaskan Juni potensi yang dimiliki bisa menjadi daya tarik investor untuk berinvestasi. Baik skala besar maupun skala kecil. Namun Pemkab Mukomuko belum mampu menyajikan data lengkap berkaitan dengan potensi. Dimana investor harus survei terlebih dahulu dengan secara otomatis jadi atau tidak membangun usaha. Investor akan mengeluarkan modal lebih. Berbeda halnya jika Mukomuko sudah mempunyai RUPM yang menyajikan data volume dan informasi lainnya, sehingga memberikan kemudahan bagi investor. Dengan mendapatkan data yang valid untuk menghitung tanpa survei terlebih dahulu.
“Adanya peningkatan target yang diberikan Pemprov ke pada daerah. Diharapkan bisa selarah dan ada dukungan penuh dalam pencapai target investasi tersebut. Sesuai tugas dan kewenangan masing-masing,”harapnya.
Ia mengatakan, dengan beratnya beban diberikan pusat ke Pemprov. Tentunya Khusunya DPMPTSP harus diperkuat baik mulai dari organisasi, penganggaran, dan fasilitas sehingga ke depan bisa mencapai target yang ditetapkan. Dalam dua tahun terakhir 2022-2023, penyumbang investasi terbesar di Mukomuko adanya pengembangan investasi yang sudah ada. Sedangkan investasi baru, seperti pelabuhan CPO dengan nilai investasi sebesar Rp500 miliar, dan pembangunan pembangkit listrik energi biomassa sebesar Rp200 miliar juga bisa membantu pemenuhan target yang diberikan pemerintah pusat nantinya.
“Kita memang dikenal dengan daerah yang banyak investor masuk dengan membangun perusahaan berskala besar. Maka dari itu apa bila nanti Investasi Pelabuhan CPO dan pembangkit listik masuk maka kemungkinan besar Mukomuko akan kembali meraih capaian investasi tinggi dari beberapa daerah lainnya,”ujarnya.
Untuk tahun lalu Pemkab Mukomuko memang tidak mencapai target investasi 100 persen dari target sebesar Rp2,2 Triliun. Namun Mukomuko berhasil menempati posisi kedua di Provinsi Bengkulu dengan capaian terbesar. Dari 9 Kabupaten dan 1 Kota di Provinsi Bengkulu, Mukomuko menempati urutan kedua realisasi terbesar. Yang pertama ada Kota Bengkulu dengan total investasi sebesar Rp2,7 triliun. Kabupaten Mukomuko sebesar Rp1,9 triliun, Kabupaten Bengkulu Utara sebesar Rp1,2 triliun. Kabupaten Bengkulu Tengah Rp571 miliar, Kabupaten Kaur Rp545 miliar, Kabupaten Seluma Rp405 miliar, Kabupaten Bengkulu Selatan Rp357 miliar, Kabupaten Lebong Rp275 miliar, dan Kabupaten Rejang Lebong Rp91 miliar.
“Target investasi tahun lalu tidak tercapai. Dikarenakan investasi yang berasal dari pembangunan pelabuhan CPO dan penambahan pabrik minyak kelapa sawit, serta pembangkit listrik biomassa belum terealisasi. Dikarenakan perizinan yang belum tuntas. Jika pembangunan berjalan kita pastikan nilai investasi bisa mencapai target. Semoga saja target ditahun ini kita bisa tercapai,”tandasnya. (*Zul )










