Tetap Berbuat Baik: Dosa Bukan Hanya Apa yang Kita Lakukan

Ps. Yusak, S.Th
Ps. Yusak, S.Th

Artikel||ISBCenter.com – Saudara yang dikasihi Tuhan, ketika mendengar kata “dosa”, kita biasanya langsung berpikir tentang mencuri, berbohong, atau membenci. Kita merasa sudah hidup baik selama tidak melakukan kejahatan.

Padahal Yakobus 4:17 membawa kita pada pengertian yang lebih dalam. Dosa bukan hanya saat kita melakukan yang salah, tapi juga saat kita tahu yang benar namun memilih untuk tidak melakukannya.

Bacaan Lainnya

Ada dua bentuk dosa:

1. Dosa Karena Melakukan yang Salah
Ini yang paling mudah dikenali. Tuhan berkata “jangan lakukan”, tapi kita tetap melakukannya. Tuhan melarang berdusta, tapi kita berbohong. Tuhan mengajarkan kasih dan pengampunan, tapi kita memilih membenci dan memelihara kepahitan. Ini adalah ketidaktaatan yang aktif.

2. Dosa Karena Tidak Melakukan yang Benar
Inilah yang sering tidak kita sadari. Rumusnya: Tahu → Mampu → Tidak Melakukan.

Kita tahu apa yang baik, punya kesempatan dan kemampuan, tapi memilih diam, menunda, dan mengabaikan.

Contohnya: ada orang kesusahan dan kita mampu menolong, tapi tidak peduli. Ada yang butuh penghiburan, tapi kita diam. Ada kesempatan melayani, tapi kita berkata, “Itu bukan urusan saya.” Yakobus mengingatkan, kelalaian seperti itu juga adalah dosa.

Singkatnya:
Dosa karena perbuatan: melakukan yang Tuhan larang.
Dosa karena kelalaian: tidak melakukan yang Tuhan kehendaki.

Kekristenan bukan sekadar menjauhi kejahatan. Yesus memanggil kita untuk aktif mengasihi, melayani, dan menjadi berkat. Seperti Galatia 6:10 katakan, “selama masih ada kesempatan, marilah kita berbuat baik kepada semua orang.”

Kesempatan itu tidak selalu datang dua kali, dan kebaikan tidak harus selalu besar. Kadang dimulai dari hal sederhana: sebuah senyuman, sebuah doa, pertolongan kecil, atau kata penguatan.

Mari Periksa Hati Kita

Hari ini jangan hanya bertanya, “Apa dosa yang sudah saya lakukan?” Tapi tanyakan, “Kebaikan apa yang saya tahu harus saya lakukan, tapi belum saya lakukan?”

Mungkin ada orang yang harus kita ampuni, keluarga yang butuh perhatian, atau seseorang yang Tuhan taruh di hati kita untuk didoakan.

Tetaplah berbuat baik. Saat dilihat atau tidak dilihat. Saat dihargai atau tidak dihargai. Saat dibalas atau tidak dibalas. Kita berbuat baik bukan untuk pujian manusia, tapi karena kita telah menerima kasih Tuhan.

Kiranya hidup kita tidak hanya dikenal sebagai orang yang tidak berbuat jahat, tapi sebagai orang yang aktif berbuat baik. Amin.

Penulis : Ps. Yusak, S.Th

Pos terkait