TMMD Ke-117 Kota Bengkulu Jawab Penantian Puluhan Tahun Warga Betungan

TMMD Ke-117 Kota Bengkulu Jawab Penantian Puluhan Tahun Warga Betungan

Kota Bengkulu||ISBCenter.com – Di bawah tenda di atas jejeran kursi plastik, sejumlah ibu dan anak-anak duduk bercengkerama. Siang itu (10/08), dibawah kepung sengat surya, mereka baru saja mengikuti upacara penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke-117 tahun 2023 yang digawangi prajurit-prajurit TNI Kodim 0407 Kota Bengkulu. Hari itu, hari terakhir dimana mereka bisa melihat dan terlibat dekat dengan para prajurit setelah sebulan penuh berjibaku dan berpeluh menuntaskan semua target TMMD.

Sementara di tepi badan jalan yang baru saja tuntas pengerasan, golongan bapak-bapak memilih berjongkok. Di rindang pohon-pohon sawit yang menjulang, mereka seperti enggan melepas kepergian para prajurit. Masih ada yang saling ngobrol. Bergurau dan sesekali memekik ke arah panggung hiburan yang diriuh suara biduan.

Bacaan Lainnya

Dan di sudut yang lain, satu peleton prajurit muda baru saja melahap menu makan siang. Lantas satu-satu beranjak bersiap pulang kembali ke barak. Sedang di atas badan jalan yang baru dibangun, para perwira sudah dua kali memacu kendaraan untuk  memastikan sekaligus menguji mutu badan jalan yang baru tiga hari sebelumnya tuntas tahapan pengerasan. Itu lah ruas jalan sepanjang 1.325 meter yang kini menghubungkan dua wilayah: Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu dengan Desa Babatan, Kabupaten Seluma.

“Ada banyak kebutuhan warga, salah satunya jalan ini. Jadi nanti bagi yang hendak ke Selatan, bisa lewat sini karena banyak yang dipotong,” jelas Arjun Islamin saat program TMMD resmi dimulai di Kelurahan Betungan.

Arjun Islamin adalah satu seorang tokoh masyarakat di sana yang mengaku senang dengan digelarnya TMMD itu. Terutama dengan pembangunan jalan yang akan memudahkan akses dan mobilitas warga ke wilayah Babatan, Seluma.

Andi Aprianto, warga lainnya, menyampaikan rasa syukur atas adanya program TMMD di wilayahnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada TNI, khususnya Kodim 0407/Kota Bengkulu yang sudah bekerja dan bersama warga melaksanakan program TMMD ke-117.

“Karena adanya TMMD ini bisa membantu masyarakat yang kurang mampu. Ditambah lagi sarana dan prasarana yang juga dibangun. Jadi kami sangat bersyukur. Apalagi interaksi anggota satgas dengan warga sangat baik. Merakyat pokoknya,” ujar Andi.

Andi juga berharap program TMMD bisa dilaksanakan secara berkelanjutan karena manfaatnya langsung dirasakan oleh warga.

“Jangan sampai habis di sini. Kalau bisa dilanjutkan di masa-masa mendatang,” harap Andi.

Program TMMD ke-117 di Kelurahan Betungan memang mencakup dua sasaran. Sasaran fisik utama meliputi pembukaan badan jalan sepanjang 1.325 meter, pengerasan jalan sepanjang 1.325 meter, pembuatan tiga unit plat duiker, pembuatan satu unit gorong-gorong, serta pemasangan batu/talud dan timbunan. Ditambah  bedah rumah layak huni dan pembuatan sumur bor.

Sementara sasaran nonfisik meliputi 10 kegiatan, diantaranya pelayanan Keluarga Berencana Kesehatan, penyuluhan hukum, penyuluhan bahaya narkoba, penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan pertanian, penyuluhan pembibitan lele, penyuluhan stunting, pelayanan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), penyuluhan Posbindu PTM (Penyakit Tidak Menular), dan penyuluhan literasi e-money.

Sasaran fisik umumnya dilaksanakan oleh Satgas TMMD bersama-sama dengan warga setempat. Sementara sasaran nonfisik dilaksanakan dengan melibatkan instansi terkait. Baik unsur Pemda Kota Bengkulu, lembaga perbankan, dan lembaga vertikal lainnya, serta Polri.

Menurut Komandan Kodim 0407/Kota Bengkulu, Kolonel Kavaleri Widodo Pujianto, dengan pembangunan jalan sepanjang 1.325 meter itu maka jarak tempuh menuju jalan poros terdekat menjadi semakin dekat dan cepat.

“Betungan ini kan strategis. Kalau saat ini, untuk sampai ke jalan utama jaraknya mencapai 3 km. Sementara dengan jalan yang baru nanti hanya satu kilometer. Ini akan menghubungkan Kota Bengkulu ke Kabupaten Seluma,” jelas Widodo saat pembukaan TMMD.

Keluhan warga yang lain, khususnya anak-anak sekolah di SDN 104, yang turut diatasi melalui TMMD ini adalah akses jalan pintas menuju sekolah. Sebelumnya, anak-anak dari RT 08 mesti berjalan ke arah luar wilayah itu baru berbalik arah ke arah sekolah yang letak di RT 11. Mereka enggan melaluinya karena dipenuhi semak belukar. Kini, jalan pintas sudah bisa dilalui dengan mudah.

Saat meninjau proses pekerjaan di lokasi itu beberapa waktu lalu, Widodo yang juga Dansatgas TMMD, sempat menyapa dan bercengkrama dengan sejumlah siswa SDN 104 yang melintas di jalan TMMD. Ia menyampaikan, bahkan meskipun belum selesai 100 persen, jalan yang sedang dibangun sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Anak-anak sekolah pun merasa nyaman melintasi jalan yang sedang dibangun. Sebab sebelum dibangun, jalan tersebut merupakan jalan setapak yang penuh semak belukar sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi anak-anak,” terangnya.

Jalan lintas yang dirasakan langsung manfaatnya oleh anak-anak itu juga diapresiasi Ketua Tim Wasev Mabes TNI, Kolonel Kav Sugi Mulyanto, S.Sos, di sela-sela meninjau langsung pelaksanaan TMMD oleh Satgas TMMD Reguluer ke-117 Kodim 0407/Kota Bengkulu, Kamis (28/07) siang. “Kalau semula harus menempuh perjalanan yang panjang, maka dengan adanya jalan ini bisa lebih dekat,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Jumarhadi, Kepala SDN 104 Kota Bengkulu. Ia mengatakan, setidaknya ada dua program TMMD yang menyentuh langsung kepentingan sekolah. Yakni sumur bor sebagai sumber air bersih dan jalan penghubung antara RT 08 dan RT 11, sehingga jarak tempuh anak-anak ke sekolah menjadi lebih dekat.

Ia bercerita, sudah sekitar 10 tahun warga sekitar menikmati air yang keruh dan kondisi jalan yang sulit. Bahkan sebelum masuk dalam program TMMD, sebenarnya usulan pembangunan jalan dan sarana air bersih juga sudah disampaikan melalui RT.

“Sebelumnya kami memang ada sumur tapi airnya tak layak, keruh seperti susu, jadi tak layak dikonsumsi. Dengan bantuan sumur bor TMMD, airnya bersih dan bisa dimanfaatkan oleh guru dan anak-anak. Sekali lagi terima kasih kepada TNI, semoga amal ibadah diterima Allah SWT,” katanya.

Tak lupa ada Rohi Ramadani, pemilik rumah yang menjadi sasaran bedah rumah TMMD. Ia mengucap syukur dengan kondisi rumahnya saat ini yang sudah layak huni. Sebelumnya, kata Rohi, rumahnya termasuk kategori tak layak huni karena tak ada kamar mandi dan sumber air bersih.

“Yang jelas kami bangga ada TNI di antara kami. Sukses terus buat TNI. Bukan cuma untuk TMMD saja, tapi semua programnya. Semoga bapak-bapak TNI sukses dan sehat selalu,” ujarnya.

Program TMMD di Kelurahan Betungan memang sudah  selesai. Tapi berakhirnya program itu menjadi babak baru bagi seluruh warga di sana. Babak awal memelihara hasil pekerjaan fisik TMMD dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan berkat program non fisik TMMD, seperti kesehatan, keuangan, hingga nasionalisme kebangsaan.

Sebagaimana pesan Pangdam II/Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI Hilman Hadi SIP MBA MHAn yang dibacakan Korem 041/GAMAS, Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen. Tujuan TMMD, kata Danrem, adalah untuk membantu pemerintah daerah guna mempercepat akselerasi pembangunan di daerah.

Terutama membangun infrastruktur untuk membuka daerah yang terisolir dan tertinggal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta untuk kepentingan pertahanan dan tetap terpeliharanya kemanunggalan TNI-Rakyat.

“Hal ini selaras dengan tema yang diangkat pada TMMD ke-117 tahun 2023 ini, yaitu ”Sinergi Lintas Sektoral Mewujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat Semakin Kuat,” imbuhnya.

Berbagai hasil pembangunan sarana fisik dan non fisik, kata Danrem, telah mendorong perkembangan desa secara umum. Semua pencapaian ini tentunya karena adanya dukungan dari pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota serta segenap elemen masyarakat.

Pangdam II/Sriwijaya selaku pengendali kegiatan operasional TMMD juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Walikota Bengkulu serta Forkopimda  Kota Bengkulu, dan instansi kementerian terkait dan khususnya kepada seluruh masyarakat yang telah bahu-membahu bersama prajurit TNI mewujudkan pembangunandaerah yang menjadi sasaran pelaksanaan TMMD ke-117 tahun 2023.

Ia menegaskan, kemanunggalan TNI-rakyat merupakan aktualisasi peran TNI dalam mewujudkan seluruh potesi wilayah dan masyarakat sebagai pendorong kemajuan bangsa, yang bermuara pada terbentuknya kekuatan pertahanan nasional yang kokoh.

Dengan telah berakhirnya TMMD ke-117 ini, Pangdam berpesan kepada semua pihak, khususnya kepada anggota Satgas TMMD dan segenap masyarakat. Pertama, pelihara terus semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI-Polri-Rakyat. Jangan mudah terprovokasi oleh pihak manapun yang bertujuan merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Pesan kedua, tingkatkan semangat untuk bekerja dan membangun bersama, sebagai realisasi semangat gotong royong yang merupakan warisan asli budaya bangsa. Ketiga, pelihara hasil-hasil program TMMD ke-117 dengan sebaik-baiknya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam kurun waktu yang lama.

Sekda Kota Bengkulu, Arif Gunadi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada TNI, khususnya Kodim 0407/Kota Bengkulu dan semua pihak yang sudah terlibat dalam pelaksanaan TMMD ke-117 di Kelurahan Betungan tersebut. Ia mengakui, ada banyak pekerjaan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.

“Terima kasih kepada TNI yang sudah melaksanakan kolaborasi bersama masyarakat dan para mitra pekerjaan ini. Termasuk dengan pemerintah kota melalui kecamatan dan kelurahan. Kita lihat sudah dibangun jalan, ada bedah rumah, dan akses ke sekolah, air bersih dan semua terintegrasi,” katanya..(*Am)

Pos terkait