Riau||ISBCenter.com — Pemerintah Provinsi Riau menegaskan tidak ada toleransi bagi Aparatur Sipil Negara yang menambah libur usai rangkaian cuti bersama berakhir. Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, meminta seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Riau untuk “langsung tancap gas” dan hadir di kantor pada Selasa pagi, 2 Juni 2026.
Instruksi tegas itu disampaikan SF Hariyanto di Pekanbaru, Senin 1 Juni 2026. Menurutnya, waktu istirahat yang diberikan negara sudah sangat cukup bagi pegawai untuk berkumpul bersama keluarga. Plt Gubri mengingatkan tidak ada lagi alasan bagi pegawai untuk memperpanjang masa libur secara sepihak atau menambah waktu cuti tanpa izin resmi dari atasan.
“Libur yang diberikan cukup panjang, sejak Rabu dan Kamis, Jumat sudah WFH (Work From Home), ditambah lagi Sabtu dan Minggu, Senin libur lagi. Jadi tidak ada lagi tambahan libur. Besok seluruh pegawai Pemprov Riau sudah harus masuk kerja,” tegas SF Hariyanto saat memberikan keterangan di Pekanbaru, Senin (1/6/2026).
Hari pertama masuk kerja langsung diisi agenda kenegaraan. “Sebagai penanda dimulainya kembali aktivitas kedinasan, Pemprov Riau juga menjadwalkan agenda upacara bersama.” Setiap Organisasi Perangkat Daerah diwajibkan mengirimkan perwakilan.
“Masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diinstruksikan wajib mengirimkan delegasi sebanyak 20 orang ASN untuk hadir sebagai peserta Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur Riau,” Ujarnya
SF Hariyanto menekankan disiplin waktu. SF Hariyanto mengingatkan agar seluruh peserta upacara perwakilan dari tiap dinas dan badan tersebut memperhatikan ketepatan waktu kehadiran. Ia menambahkan, Sanksi kedisiplinan dinilai tetap mengintai bagi pegawai yang kedapatan mangkir atau terlambat tanpa keterangan yang sah pada apel perdana tersebut.
“Besok juga akan digelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila. Masing-masing OPD wajib mengirimkan 20 ASN untuk ikut upacara. Pelaksanaan dimulai pukul 07.30 WIB dan seluruh peserta tidak boleh ada yang terlambat,” ungkap mantan Sekretaris Daerah Provinsi Riau tersebut.
Plt Gubernur Riau tidak hanya bicara soal kehadiran, tetapi juga produktivitas. “Lebih lanjut, Plt Gubri juga meminta seluruh jajaran pegawai untuk langsung tancap gas dan memberikan performa kinerja maksimal begitu menginjakkan kaki di kantor. Ia menegaskan bahwa libur panjang harus menjadi energi baru. Masa penyegaran selama libur panjang momentum Iduladha dan Hari Lahir Pancasila harus diimplementasikan dalam bentuk peningkatan produktivitas kerja.
“Pegawai harus disiplin, kinerjanya harus maksimal setelah libur ini. Terlebih lagi menyangkut aspek pelayanan kepada masyarakat luas, harus kita berikan yang terbaik dan prima,” imbuh SF Hariyanto.
Jadwal libur yang berakhir ini mengacu pada regulasi resmi Pemprov Riau. “Adapun kepastian jadwal kerja dan rincian libur panjang ini didasarkan secara legal formal pada Surat Edaran (SE) Gubernur Riau Nomor: 100.3.4/1612/SETDA/2025 yang diterbitkan tanggal 22 Desember 2025 perihal Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.”
Dalam SE tersebut, “libur beruntun dimulai pada Rabu, 27 Mei sebagai Hari Libur Nasional Iduladha 1447 Hijriah, dilanjutkan Kamis, 28 Mei sebagai Cuti Bersama Iduladha 1447 Hijriah, serta Senin, 1 Juni sebagai Libur Nasional Hari Lahir Pancasila.”
Dengan berakhirnya masa libur, Pemprov Riau memastikan roda pemerintahan kembali berjalan normal. Seluruh ASN diharapkan kembali fokus pada tugas pokok dan fungsi, terutama pelayanan langsung ke masyarakat..(*adv/ay)










