Viral Foto Presiden Pantai Gading Tidur Beralas Tanah Saat Haji, Tolak Fasilitas VVIP

Presiden Republik Pantai Gading, Alassane Ouattara

Riau||ISBCenter.com – Jagat media sosial dihebohkan dengan foto yang diklaim sebagai Presiden Republik Pantai Gading, Alassane Ouattara, sedang berbaring di atas tanah di Mina saat puncak ibadah haji.

Dalam unggahan yang viral sejak pekan ini, Ouattara disebut menunaikan rukun Islam kelima itu dengan biaya pribadi. Ia juga dikabarkan menolak seluruh fasilitas istana dan penginapan mewah yang biasa disediakan Pemerintah Arab Saudi untuk tamu kenegaraan.

“Di mana pengawalnya?” tulis salah satu akun yang membagikan momen tersebut. Dari foto yang beredar, Presiden berusia 82 tahun itu tampak tanpa iring-iringan besar dan membaur bersama jutaan jemaah lain.

Hingga Jumat (30/5/2026), belum ada pernyataan resmi dari Kantor Kepresidenan Pantai Gading maupun otoritas haji Arab Saudi terkait kebenaran detail pengawalan dan fasilitas yang ditolak. Video yang beredar di YouTube hanya menyebutnya sebagai “pengingat bahwa di hadapan Allah, status dan kekuasaan tidak berarti apa-apa.

Ouattara telah menjabat sebagai Presiden Pantai Gading sejak 4 Desember 2010. Ekonom lulusan University of Pennsylvania ini sebelumnya menjabat Deputi Direktur Pelaksana IMF 1994–1999. Di bawah kepemimpinannya, Pantai Gading mencatat stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi signifikan pasca-krisis 2010-2011.

Pengamat sosial-keagamaan UIN Jakarta, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, mengatakan fenomena pemimpin berbaur saat haji selalu jadi cermin.

“Ihram itu simbol kesetaraan. Tidak ada presiden, tidak ada rakyat jelata. Semua sama. Kalau ada pemimpin yang menghayati itu, rakyat akan merasa aman. Karena keadilan pemimpin melahirkan ketenangan,” ujarnya, Jumat (30/5).

Sementara itu, Sekretaris Utama Badan Penyelenggara Haji RI, Teguh Dwi Nugroho, menegaskan bahwa prinsip utama haji adalah kesetaraan dan transparansi.

“Penyelenggaraan haji harus efektif, aman, nyaman, dan transparan. Semua jemaah mendapat hak layanan yang sama,” katanya.

Terlepas dari perlu tidaknya verifikasi lebih lanjut, unggahan tersebut menuai pujian warganet. Banyak yang menilai sikap sederhana di Tanah Suci adalah cerminan pemimpin yang amanah.

“Di hadapan Ka’bah, pangkat dan harta tak ada artinya. Yang tersisa hanya ketakwaan,” tulis seorang netizen..(*1dn)

Pos terkait