Wawako Pekanbaru Soroti THM Buka Hingga Dini Hari, Minta Satpol PP Rutin Razia

Wawako Pekanbaru Markarius Anwar meminta Satpol PP rutin merazia tempat hiburan malam yang melanggar jam operasional dan aturan, Rabu (30/9/2026).

Pekanbaru||ISBCenter.com – Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menyoroti aktivitas sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Kota Pekanbaru yang dinilai mulai meresahkan masyarakat. Pasalnya, beberapa THM kedapatan masih beroperasi hingga dini hari dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Padahal, sesuai aturan yang berlaku, batas jam operasional THM di Kota Pekanbaru hanya sampai pukul 00.00 WIB. Kondisi tersebut membuat Markarius meminta Satpol PP Kota Pekanbaru untuk lebih intensif melakukan pengawasan dan penertiban.

Bacaan Lainnya

“Satpol PP Kota Pekanbaru harus rutin menggelar razia hiburan malam, guna memastikan pengelola mengikuti jam operasional yang ada,” tegasnya, Rabu (30/9/2026).

Ia mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut dalam Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pekanbaru. Menurutnya, razia rutin tidak hanya bertujuan untuk menertibkan jam operasional, tetapi juga untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan izin usaha THM.

Markarius mengingatkan agar THM tidak disalahgunakan menjadi lokasi peredaran narkoba maupun praktik prostitusi.

“Jadi razia rutin itu bukan cuma mencegah adanya tempat hiburan malam yang buka sampai subuh, tapi juga mencegah tempat hiburan jadi lokasi peredaran narkoba dan prostitusi,” ujarnya.

Pemerintah Kota Pekanbaru, lanjutnya, tidak akan segan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan aktivitas menyimpang di tempat hiburan malam, terutama jika ada oknum pengelola yang menyalahgunakan izin operasional yang telah diberikan.

“Maka kami dorong agar Satpol PP bersama instansi terkait bisa optimalkan razia dan penertiban,” paparnya.

Selain persoalan THM, Markarius juga menyoroti fenomena sosial yang terjadi saat ini. Ia mengaku prihatin terhadap keberadaan komunitas LGBT yang dinilai sudah menyasar kalangan muda.

“Kami miris ketika kelompok LGBT sudah menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa, maka kita harus awasi pergaulan anak-anak kita,” ujarnya..(*ay)

Pos terkait