Pekanbaru||ISBCenter.com – Pemerintah Kota Pekanbaru memastikan kabut asap yang masih menyelimuti wilayahnya bukan berasal dari kebakaran di dalam kota. Saat ini, Pekanbaru tercatat zero hotspot atau tidak memiliki titik api sama sekali.
Kualitas udara yang memburuk hingga Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menyentuh angka 200 lebih tersebut, dipastikan merupakan asap kiriman akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari wilayah lain.
Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, menjelaskan kondisi tersebut dipicu oleh pergerakan angin dari selatan ke utara yang membawa dan menumpukkan asap di wilayah Pekanbaru.
“Titik api kita tidak ada di Pekanbaru, nol. Hanya ada 22 titik di se-Riau, sisanya terbanyak dari Sumatra Selatan dan Jambi. Karena angin bertiup dari selatan ke utara, asapnya menumpuk di tempat kita,” kata Zulhelmi Arifin, Senin (21/9/2026).
Meski bukan sumber asap, Pemko Pekanbaru telah mengambil sejumlah langkah mitigasi untuk melindungi masyarakat. Di antaranya memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik guna menjaga kesehatan anak, serta membagikan masker gratis kepada warga.
Pemko juga memastikan seluruh fasilitas layanan kesehatan dalam kondisi siaga untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
“Untuk Puskesmas dan RSUD Madani disiagakan dengan stok obat-obatan ISPA serta peralatan terapi pernapasan atau nebulizer,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Ami itu mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan tetap menggunakan masker saat beraktivitas. Ia menambahkan, BMKG memprediksi potensi hujan merata di wilayah Sumatra dalam dua hari ke depan yang diharapkan dapat membantu membersihkan kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru..(*ay)










