Abolisi di Dalam Kristus Sebagai Dasar Kemerdekaan Kristen

Pdt. Yusak W, S. Th

Bengkulu||ISBCenter.com – Bapak ibu saudara, renungan kita kali ini adalah Abolisi di dalam Kristus sebagai Dasar Kemerdekaan Kristen. Mari kita lihat pengertian abolisi. Abolisi sebenarnya adalah istilah hukum yang diberikan negara kepada salah seorang warganya, yang karena dugaan kasus pidana dibawah kepada pengadilan. Lalu negara hadir memberi penghapusan perkara sebelum perkara itu
putus oleh pengadilan. Ini berarti bahwa penuntutan dapat ditiadakan atau dihentikan, bahkan jika proses hukum sudah berjalan .Kesamaan abolisi dengan pengampunan terletak pada efeknya, yaitu menghapus konsekuensi hukum dari suatu tindakan pidana .

Sekaratnmari kita membaca Ibrani 9:22 sebagai ndasar renungan kita

“Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.”

-Jadi oleh karena Kristus dosa-dosa kita dihapuskan sepenuhnya oleh pengorbanan Kristus. Darah Kristus telah memberikan abolisi kepada kita semua orang percaya.

Yohanes 8:36 “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”

Ciri-Ciri Orang Merdeka di dalam Kristus
– Memiliki damai sejahtera Allah (Filipi 4:7)
– Mengasihi Allah dan sesama (Matius 22:37-40)
– Hidup dalam kebenaran (Yohanes 8:31-32)
– Berbuah Roh (Galatia 5:22-23)
– Melayani dengan sukacita (1 Petrus 4:10-11)

Tanggung Jawab Orang yang Merdeka
Bapak Ibu saudara, kemerdekaan Kristen membawa tanggung jawab:
– 1 Petrus 2:16 “Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba-hamba Allah.”
– Menggunakan kemerdekaan untuk memuliakan Allah.
– Menjadi berkat bagi orang lain.
– Memberitakan Injil kepada dunia.
– Ilustrasi: Analogi tentang seorang warga negara yang bertanggung jawab menggunakan hak pilihnya untuk kebaikan bersama.

Kesimpulan:
Bapak Ibu saudara marilah kita merenungkan kembali anugerah abolisi yang telah mereka terima di dalam Kristus. Bahwa kemerdekaan Kristen adalah anugerah yang harus dijaga dan digunakan dengan bijak.

Bengkulu, 17 Agustus 2025

Pdt. Yusak W, S. Th
Penulis

Pos terkait