Bengkulu||ISBCenter.com – Infrastruktur masih menjadi persoalan di Provinsi Bengkulu. Untuk mengatasinya, anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Andaru Pranata menilai tidak cukup hanya mengandalkan APBD saja.
Apalagi total alokasi APBD Provinsi Bengkulu Tahun 2024 ini diestimasikan hanya sekitar Rp 3 triliun.
“APBD provinsi Bengkulu ini tidak cukup untuk meng-cover semua (persoalan infrastruktur, red). Kita butuh bantuan dari pusat,” kata Andaru, Selasa (27/8/2024).

Menurut Andaru, membutuhkan alokasi anggaran dari sumber lainnya untuk mengatasi persoalan infrastruktur di Provinsi Bengkulu. Misalnya dengan mendapatkan dana dari kementerian.
Dengan adanya porsi anggaran, lanjutnya, tentu dibutuhkan inovasi program, serta kemampuan melobi ke pihak pemerintah pusat untuk mendapatkan suntikan anggaran tersebut.
Sehingga bisa menambah kemampuan perbaikan infrastruktur di Bumi Rafflesia. Misalnya saja dana inpres yang berhasil didapat Pemprov Bengkulu untuk perbaikan jalan di sejumlah daerah.
“Beban pemerintah Provinsi Bengkulu kaitannya dengan infrastruktur baik itu jalan-jalan provinsi yang tersebar di seluruh kabupaten ini kan membutuhkan anggaran yang besar,” jelas politis PDI Perjuangan ini.
Sementara untuk keluhan warga tentang jalan maupun jembatan rusak, ia meminta agar pemerintah daerah segera menindaklanjuti akan persoalan itu. Sehingga tidak mengancam keselamatan maupun mobilitas dari warga setempat.
Pasalnya, ia khawatir rusaknya akses jalan ini berdampak pada kondisi ekonomi warga, juga mobilitas dari barang kebutuhan masyarakat.
“Ya ini PR kita bersama, jangan berlarut. Masyarakat lah yang terkena dampaknya,” ungkap Andaru. (*ADV/Rozi )










