Dahsyatnya Karya Kristus

Pdt.Yusak,S.Th

Bengkulu||ISBCenter.com – Pendahuluan: Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, saya percaya bahwa ketika kita merenungkan karya Kristus, kita bisa semakin terkagum-kagum. Sebab begitu luar biasa dan dasyat pekerjaan-Nya, baik dalam penciptaan, penebusan, maupun dalam membentuk kita sebagai umat-Nya. Karya Kristus bukan hanya membawa keselamatan, tetapi juga mengubah hidup kita, memberi kita tujuan, dan mengundang kita untuk ambil bagian dalam pekerjaan-Nya.

Sebagai dasar renungan kita hari ini terambil dari Efesus 2:10, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya”.

Berdasarkan firman Tuhan diatas, maka hari ini, kita akan melihat bagaimana dasyatnya karya Kristus dalam tiga aspek, yakni pertama Karya Penciptaan, Karya Penebusan, dan Karya Pemulihan. Semua dikerjakan untuk kita umat manusia.

Pertama : Karya Kristen Dalam Penciptaan.
Bapa berkarya dengan melalui firman yang adalah Krstus sendiri. Dalam Yohanes 1:3, firman Alkah berkata, “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.”

Kristus adalah Sang Pencipta. Bayangkan bahwa kita bukan terjadi secara kebetulan, tetapi dibentuk dengan kasih dan tujuan. Manusia diciptakan npada hari ke enam, bukan pada hari ke satu atau ke dua. Mungkin tidak banyak yang tahu alasannya. Nah saya mau beritahu bahwa manusia diciptakan special. Sebelum manusia ada, Tuhan telah menyiapkan segala keperluan manusia. Lalu Allah berfirman, Kejadian 1:28 (TB) Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Maka Ketika saudara memahami proses dan rencana Allah dalam penciptaan dan tujuan yang Allah berikan, maka seharusnya kita akan semakin mengagumi kebesaran-Nya dan terdorong untuk hidup bagi-Nya. Maka sebagai respon kita, kita :
– Bersyukur atas kehidupan yang Tuhan berikan.
– Tidak menjadi rendah diri di hadapan sesama manusia.
– Menggunakan talenta dan kemampuan untuk memuliakan Tuhan.

Kedua : Karya Kristus Penebusan.
Dosa telah memisahkan kita dari Allah, tetapi Kristus datang untuk menebus hidup manusia dari dosa. Dalam Roma 5:8, tertulis, “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa”.

Saudara, Salib adalah bukti kasih terbesar Allah bagi kita. Tidak ada pengorbanan yang lebih dahsyat daripada Yesus menyerahkan diri-Nya bagi kita. Dia tidak hanya mengampuni dosa kita tetapi juga memberi kita hidup yang baru.

Dunia ini mengajarkan bahwa manusia bisa kembali kepada penciptaNya dengan usaha, amal ibadah, tetapi Alkitab dari awal telah menubuatkan bahwa dosa hanya bisa diselesaikan dengan cara tetesan darah. Mulai dari pristiwa Adam dan Jawa jatuh ke dalam dosa, peristiwa Abraham mau mengorbankan anaknya, lalu bangsa Israel diberikan perintah harus mengadakan hari pemotongan korban darah binatang atas dosa dosa mereka. Peristiwa-pristiwa ini menubuatkan sekaligus pemberitahuan bahwa dosa harus diselesaikan dengan darah dan puncaknya adalah Yesus sebagai anak domba Allah menjadi penghapus dosa manusia. Itulah sebabnya kita orang percaya sudah berhenti melakukan korban dari binatang. Karena Yesus sudah menyelesaikan persoalan dosa manusia.

Hari ini karena karya Kristus kita telah diberikan pengharapan akan hidup yang kekal. Untuk hidup yang kekal, bukan lagi karena usaha kita sendiri, melainkan hidup yang kekal karena Kristus. Asalkan kita percaya, menerima dan menjadikan Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Dunia ini masih mengajarkan untuk hidup yang kekal melalui amal, ibadah dan perbuatan baik, Namun Alkitab menolak hal itu, di dalam Yohanes 3:16 dan lebih khusus dalam Efesus 2:8-9, tertulis jelas bahwa “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri”.

Maka sebagai respon terhadap Karya Kristus dalam oenebusan itu, marilah kita :
– Jangan sia-siakan pengorbanan Kristus. Hidupilah kekudusan.
– Sebarkan kasih dan Injil kepada orang lain agar mereka juga mengalami anugerah Kristus.

Ketiga, Karya Kristus Dalam Pemulihan.
Saudaraku, setelah kita ditebus, kita tidak hanya diselamatkan untuk diri sendiri. Lebih lanjut dalam Efesus 2:10 mengatakan bahwa kita, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya”.

Setelah kita memahami bahwa kita “diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik, yang telah Tuhan persiapkan”. Maka ristus mengundang kita untuk menjadi alat-Nya. Ia memulihkan hidup kita, membentuk kita, dan memberi kita kesempatan untuk melayani.

Menurut saya bahwa orang Kristen yang tidak menghargai Karya Penebusan adalah orang Kristen yang masih kanak-kanak. Orang Kristen yang tidak tahu diri. Sebab ketika kita menyadari bahwa hutang dosa yang sebenarnya tidak bisa kita lunasi, lalu Kristus yang tanpa syarat melunasinya maka sudah seharusnya kita patut menghargainya. Kristus sudah sangat baik kepada kita, masa di hati kita tidak muncul rasa terimakasih? Itu tidak mungkin, kecuali karena pikiran kita yang masih kanak-kanak. Seperti ada tertulis dalam 1 Korintus 13:11, “Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu”.

Maka sebagai respon kita terhadap Karya Pemulihan yang Kristus kerjakan bagi kita, maka seharusnya :
– Tidak ragu untuk melayani Tuhan, karena kita adalah alat di tangan-Nya.
– Lakukan panggilan hidup kita, baik di gereja, pekerjaan, keluarga, atau di mana pun Tuhan tempatkan.

Kesimpulan :
Karya Kristus begitu dahsyat, Dia menciptakan kita dengan tujuan, Dia menebus kita dengan kasih dan Dia memulihkan kita untuk dipakai dalam pekerjaan-Nya.

Apakah kita hanya akan menjadi penonton? Atau kita mau terlibat dalam pekerjaan Tuhan? Marilah kita merespons dengan hati yang penuh syukur dan kerinduan untuk melayani Dia.

Tuhan memberkati!
Pdt. Yusak Wamin, S. Th

Pos terkait