Bengkulu||ISBCenter.com – Nats Alkitab Efesus 4:29 “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, kita semua adalah bagian dari tubuh Kristus. Sebagai tubuh yang hidup, kita dipanggil bukan untuk meruntuhkan, melainkan untuk membangun. Dan kebenarannya adalah ketika kita berkata negatif, maka sebenarnya kita sedang meruntuhkan. Berhati-hatilah dengan orang-orang di dalam komunitas yang anda ada hari ini, dan pastikan bahwa anda sedang turut serta membangun.
Salah satu alat terkuat yang kita miliki adalah perkataan kita. Firman Tuhan dalam Efesus 4:29 mengingatkan kita agar menjaga setiap kata yang keluar dari mulut kita. Kata-kata kita bisa menjadi alat pembangunan atau justru alat perusakan. Hari ini, kita akan belajar bagaimana memiliki jiwa dan semangat membangun dalam hidup kita. Beberapa kebenaran terkait dengan perkataan :
1. Perkataan yang Kotor adalah Alat Perusak.
Sering kali, tanpa sadar, kita menggunakan kata-kata yang negatif, kasar, atau penuh keluhan. Kata-kata seperti ini tidak hanya melukai orang lain tetapi juga merusak diri kita sendiri. Amsal 18:21 berkata, “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Jika kita terus menerus berbicara negatif, maka kita sedang menghancurkan bangunan rohani, baik dalam keluarga, gereja, maupun komunitas kita.
2. Perkataan yang Membangun adalah Tanda Kedewasaan Rohani.
Orang yang dewasa dalam Kristus tahu bagaimana memilih kata-katanya. Kata-kata yang membangun adalah kata-kata yang penuh kasih, memberi semangat, dan membawa harapan. Yesus sendiri adalah teladan utama dalam menggunakan perkataan yang membangun. Dia menghibur yang lemah, menegur dengan kasih, dan memberikan harapan bagi yang putus asa.
3. Bangunlah dengan Perkataan yang Baik dan Penuh Kasih Karunia.
Kita dipanggil untuk menjadi pembangun, bukan perusak. Bagaimana kita bisa membangun dengan perkataan kita?
– Berkata-katalah dengan kasih. Jangan biarkan kemarahan atau kekecewaan menguasai lidah kita.
– Gunakan kata-kata yang membawa pengharapan. Dalam setiap situasi, kita dapat memilih untuk melihat kebaikan dan menguatkan orang lain.
– Hindari gosip dan fitnah. Perkataan yang membangun bukan hanya tentang pujian, tetapi juga tentang menjaga hati dan mulut dari perkataan yang merusak.
Kesimpulan :
Saudara-saudari, jika kita ingin membangun kehidupan rohani yang kuat, kita harus mulai dengan mengubah cara kita berbicara. Memang sangat mudah kita berkata-kata dengan pesan negatif daripada yang positif, tetapi ingat bahwa kita di panggil untuk membangun tubuh Kristus.
Mari kita perkatakan firman Tuhan, menabur kebaikan melalui perkataan kita, dan menjadi alat yang Tuhan pakai untuk membangun tubuh Kristus. Jangan biarkan perkataan kita meruntuhkan, tetapi jadikan setiap kata kita sebagai alat untuk membangun, menguatkan, dan memberkati sesama.
Pertanyaan Refleksi :
1. Apakah perkataan saya selama ini lebih sering membangun atau meruntuhkan?
2. Apa langkah konkret yang bisa saya ambil untuk mengubah gaya berbicara saya?
3. Bagaimana saya bisa menggunakan perkataan saya untuk menjadi berkat bagi orang lain?
Kiranya Tuhan menolong kita semua untuk memiliki hati dan mulut yang dipenuhi dengan kasih karunia-Nya. Amin.
Pdt. Yusak Wamin, S. Th
Gembala Believers Community Bengkulu.










