Hidup Sebagai Orang Beriman

Pendeta Yusak Wamin,. S. Th

Bengkulu||ISBCenter.com – Bapak ibu saudara, renungan kifa kali ini saya beri tema “Hidup Sebagai Orang Beran”. Sebagai landasan renungan kita ini saya ambil dari Roma 1:17 yang berbumyi :

Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Perlu kita ketahui bahwa hidup sebagai orang beriman adalah sebuah perjalanan yang penuh tantangan namun sarat dengan berkat. Pengertian orang beriman (atau orang percaya) adalah seseorang yang memiliki keyakinan yang teguh kepada Tuhan. Salah satu bentuk iman kita adalah hati kita yang mau menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Bentuk Keimanan dalam hal ini misalnya bukan berdasarkan logika intelektual belaka, melainkan melibatkan transformasi hidup yang nyata. Bukan hanya mengaku beriman, tetapi juga menunjukkannya dalam tindakan sehari-hari.

Untuk mendalami Pengertian hidup sebagai orang beriman ini, kita bisa melihat contoh-contoh Orang yang Hidup Beriman:
– Abraham: Ketaatannya yang luar biasa kepada Allah, meskipun menghadapi cobaan berat, menjadi teladan bagi kita semua (Kejadian 22:1-18).
– Yusuf: Kesetiaannya dan keteguhannya dalam menghadapi godaan dan kesulitan menunjukkan kekuatan iman yang luar biasa (Kejadian 39).
– Maria Magdalena: Kesetiaannya kepada Yesus hingga akhir hayatnya menjadi bukti iman yang tak tergoyahkan (Yohanes 20:1-18).
– Rasul Paulus: Pertobatan dan pengabdiannya yang total kepada Kristus menjadi inspirasi bagi banyak orang (Kisah Para Rasul 9).

4 tokoh di atas memberikan gambaran beberapa sisih kehidupan orang beriman, yakni bicara sisih ketaatan, keteguhan hati, kesetiaan dan pertobatan sejati.

Selain itu, kita melihat beberapa ciri khas kehidupan orang beriman :
1. Mencintai Tuhan dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.” (Markus 12:30)
2. Mentaati Firman Tuhan: “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja, sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” (Yakobus 1:22)
3. Berbuat baik kepada sesama: “Karena itu, semua yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” (Matius 7:12)
4. Mempunyai kasih yang tulus: “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.” (Galatia 5:22-23)
5. Berdoa dan berserah kepada Tuhan: “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah segala keperluanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)
6. Memberi kesaksian tentang iman: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8)

lalu pertanyaan besar untuk kita, bagaimana ciri khas di atas ada tidak dalam kehidupan kita? ciri khas itu wajib ada dalam hidup kita, Bisa bayangkan bahwa :
– Pohon yang berbuah: Orang beriman seperti pohon yang berbuah, menghasilkan kebaikan dan berkat bagi lingkungan sekitarnya.
– Lampu di tempat yang gelap: Orang beriman seperti lampu yang menerangi kegelapan dunia dengan kasih dan kebenaran.
– Garam dunia: Orang beriman seperti garam yang memberi rasa dan mengawetkan, memberi pengaruh positif bagi masyarakat.

Power Statement:
“Iman diperlukan untuk sesuatu yang mustahil”@

Kesimpulan:
Hidup sebagai orang beriman adalah perjalanan yang terus menerus belajar dan bertumbuh dalam kasih dan kebenaran Tuhan. Dengan mengandalkan kekuatan-Nya, kita dapat menjalani hidup ini dengan penuh makna dan tujuan, membawa terang dan harapan bagi dunia di sekitar kita. Marilah kita senantiasa setia kepada-Nya dan menjadi saksi-Nya di mana pun kita berada.

Bengkulu, 13 Juli. 2025

Pendeta Yusak Wamin,. S. Th
Penulis

Pos terkait