Bengkulu||ISBCenter.com – Menindalanjuti hal tersebut, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) baru-baru ini melakukan kunjungan kerja (kungker) ke ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI).

Disampaikan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Tantawi Dali, S.Sos, MM., pihaknya melakukan audiensi langsung dengan dengan Anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Bengkulu, Hj. Riri Damayanti John Latief, S.Psi, dalam upaya meminta dukungan pembentukan Tol tersebut.
“Audiensi yang dilakukan pihaknya yakni dalam rangka konsultasi dan koordinasi, terkait dukungan DPD RI dalam hal kelanjutan pembangunan TOL di Provinsi Bengkulu,” katanya.
Hingga saat ini, TOL Bengkulu-Lubuk Linggau baru melaksanakan sesi pertama yang sudah dirampungkan yakni Bengkulu-Taba Penanjung sepanjang 17,6 Kilo Meter (KM).
“Sisanya, dari Taba Penanjung-Lubuk Linggau belum ada kepastian kapan dilanjutkan,” kata Tantawi.
Sebelum ke DPD RI, lanjut Tantawi, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.
“Dari kunjungan itu diketahui jika pembagunan lanjutan ruas jalan TOL Bengkulu-Lubuk Linggau, tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat ini. Bahkan diprediksi masih cukup lama bakal dilanjutkan,” ujar Tantawi.
Sehingga, sambung Tantawi, dengan konsultasi dan koordinasi ke DPD RI, pihaknya berharap dukungan anggota DPD RI Dapil Provinsi Bengkulu agar ikut mendorong pemerintah pusat merealisasikan percepatan pembangunan lanjutan jalan TOL.
“Karena jalan TOL di Provinsi Bengkulu memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas regional, serta mendukung pertumbuhan ekonomi,” sampai Tantawi.
Tantawi menambahkan, pembangunan lanjutan jalan TOL Bengkulu-Lubuk Linggau merupakan salah satu aspirasi masyarakat, yang realisasinya juga sangat ditunggu-tunggu.
“Karena harus kita sadari bersama jika jalan TOL itu merupakan infrastruktur yang berdampak pada peningkatan konektivitas antar kota dan daerah, guna mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendukung pertumbuhan ekonomi,” demikian Tantawi.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus mendorong keberlanjutan Tol Bengkulu Tengah – Kabupaten Kepahiang.
Hal tersebut, dalam langkah strategis guna mengatasi tantangan terkait bencana yang sering terjadi di jalan Liku Sembilan, sebagai penghubung Kabupaten Bengkulu Tengah – Kabupaten Kepahiang yang merupakan jalur andalan saat ini.
Sejalan dengan hal tersebut, sebelumnya Gubernur Bengkulu, Prof. Dr. H. Rohidin Mersyah, M.MA, juga sudah pembangunan Tol Bengkulu akan berlanjut pada 2024-2025. Sejalan dengan Peraturan Presiden RI Nomor 131 tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Tol di Sumatera, pada 24 ruas jalan Tol akan dibangun pada IV tahap.
Khusus Provinsi Bengkulu, untuk pembangunan Tol Bengkulu – Taba Penanjung, dilakukan pada tahap I bersama dengan pembangunan ruas tol di 14 daerah lainnya.
Pembangunan tersebut sudah dilakukan, bahkan pada Juni 2023 lalu, Presiden RI Joko Widodo sudah melakukan peresmian langsung di gerbang Tol Bengkulu – Taba Penanjung.
Selanjutnya, menyambung dari Tol Bengkulu Taba Penanjung – Lubuk Linggau (Bagian ruas tol Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu) akan dibangun pada tahap ke IV. Bersama dengan sembilan daerah lainnya.
Diketahui, berdasarkan Perpres tersebut, pengusahaan ruas Tol Tahap III dan IV akan dilakukan setelah evaluasi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan mendapat Pertimbangan Menteri Keuangan dan Menteri Badan usaha Milik Negara (BUMN).
“Fakta di lapangan, pembangunan rest area tersebut tidak mungkin hanya untuk tol Bengkulu – Taba Penanjung yng hanya 10 menit. Dipastikan, itu akan ada penambahannya,” kata Rohidin.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, ST, M.Si, meyakini bahwa kelanjutan jalan tol merupakan solusi efektif dalam mempercepat penanganan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Untuk itu, Pemprov terus berupaya mengusulkan dan mendorong progres pembangunan tol ini sebagai langkah krusial untuk mendukung efisiensi biaya dan meningkatkan konektivitas di daerah tersebut.
“Jika tol selesai pembangunannya, maka akan memangkas biaya yang sangat besar untuk pembuatan jalan di liku 9,” tutur Tejo.
Pembangunan Tol tersebut menurutnya bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga sebuah investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat berlipat.
Dengan begitu diharapkan, tidak hanya terjadi efisiensi dalam perbaikan jalan Liku 9, tetapi juga terbuka peluang untuk pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan aksesibilitas dan mobilitas.
“Kita sangat mendorong ini terjadi,” ujarnya.
Pihak berwenang di Provinsi Bengkulu terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait terutama pemerintah pusat, untuk memastikan dukungan maksimal dalam merealisasikan proyek ini.
Selain mengurangi biaya pembuatan jalan di Liku 9, kelanjutan jalan tol juga dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing wilayah ini dalam sektor ekonomi dan pariwisata.
“Kita tetap koordinasi dengan pemerintah pusat untuk kelanjutan jalan tol, karena jalan tol ini bukan hanya sebagai jalan alternatif untuk menuju kabupaten Kepahiang tapi juga terbuka peluang untuk pertumbuhan ekonomi lokal,” demikian Tejo..(*Adv)










