Bengkulu||ISBCenter.com – Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: ‘Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?’ Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.”*
Pendahuluan :
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,
Dalam hidup ini, setiap kita diperhadapkan dengan berbagai pilihan. Namun ada satu pilihan yang paling menentukan arah hidup dan kekekalan kita. Dengan berbagai acara pakah kita tetap memilih Yesus, atau kita menukar-Nya dengan sesuatu yang fana?**
Kisah Yudas Iskariot bukan sekadar cerita pengkhianatan, melainkan cermin bagi kita semua. Sebab Yudas, pernah dekat dengan Yesus, melihat kuasa-Nya, makan bersama-Nya, bahkan dipanggil sebagai murid. Tapi akhirnya ia menukar Yesus. Kita bisa perhatikan bahwa —bukan karena ia tidak kenal Yesus, tetapi karena hatinya lebih mengasihi dunia.
Berdasarkan kisah penghianatan Yudas Iskariot ini, kita bisa menyimpulkan ke dalam 3 tantangan terbesar yang bisa membawa kita kepada penghianatan berharap Yesus.
1. Jangan Tukar Yesus Karena HARTA.
Yudas menukar Yesus dengan **tiga puluh keping perak**—jumlah yang sepele dibandingkan dengan nilai kekal Kristus.
Saya mendaftarkan beberapa benih-benih yang bisa menjadi cikal-bakal seseorang meninggalkan Yesus, misalnya :
– Rela tidak ke gereja demi kerja lembur.
– Menghalalkan segala cara demi keuntungan.
– Mementingkan materi dan melupakan ibadah serta firman.
Karena itu, kita harus Ingat bahwa Harta bisa habis, bisnis bisa bangkrut, tetapi Yesus adalah satu-satunya harta rohani kita, yang kasihNya tidak pernah berubah.
Firman Tuhan dalam 1 Timotius 6:10 mengingatkan kita “Sebab akar segala kejahatan ialah cinta uang.”
2. Jangan Tukar Yesus Karena TAHTA / AMBISI
Banyak orang seperti Yudas yang mengharapkan Yesus dapat ewujudkan ambisi pribadi mereka. Nah ketika Yesus tidak memenuhi ekspektasinya, ia mulai kecewa dan menyerahkan Dia.
Berapa banyak orang percaya yang meninggalkan imannya kepada Yesus demi:
– Jabatan.
– Pengaruh.
– Posisi pelayanan yang diidam-idamkan.
Pertanyaannya, Apakah Yesus tetap cukup bagi kita, jika tidak ada jabatan? Jika tidak ada penghargaan? Jika hanya ada salib dan pengabdian?
Firman Tuhan mengingatkan “Barangsiapa hendak menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.”* (Matius 20:26)
3. Jangan Tukar Yesus Karena CINTA DUNIA.
Banyak orang meninggalkan Tuhan demi mengejar cinta yang tidak berasal dari Tuhan. Hal ini mulai tergambar dari keputusan :
– Hubungan dengan pasangan tidak seiman.
– Hidup dalam dosa dengan alasan “saling mencintai”.
– Lebih memilih menyenangkan manusia daripada menyenangkan Tuhan.
Padahal, Cinta sejati seharusnya akan membawa kita lebih dekat kepada Tuhan, bukan justru menjauhkan kita dari Tuhan.
Melalui tulisan ini, saya ingin memenerikan Penekanan sekaligus mengingatkan kepada paranpembaca bahwa Yesus Lebih Mulia dari semua yang bisa kita peroleh dari dalam dunia ini. Yesus jauh lebih mulia daripada semua yang bisa ditawarkan dunia.
– Lebih mulia dari emas dan perak.
– Lebih mulia dari pujian dan kedudukan.
– Lebih mulia dari cinta duniawi yang semu.
Paulus yang adalah mantan seorang terpelajar, terkenal dan punya pengaruh besar pernah berkata “Segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari semuanya.”. (Filipi 3:8)
Penutup; Marilah kita renungkan sejenak :
– Apakah Yesus masih menjadi yang terutama dalam hidup kita?
– Adakah hal-hal dalam hidup ini yang mulai menggantikan posisi-Nya di hati kita?
Hari ini, mari kembali dan berkata: “Tuhan, aku tidak akan menukar Engkau dengan apa pun.”
Yesus adalah segalanya. Dialah Harta kita, Raja kita, dan Kekasih jiwa kita.
Doa Penutup :
Tuhan Yesus, ampuni kami jika hati ini kadang tergoda untuk menukar Engkau dengan hal-hal duniawi. Pulihkan kasih mula-mula kami, dan tanamkan dalam hati kami kerinduan yang murni kepada-Mu. Ajari kami untuk setia, teguh, dan tidak tergoyahkan. Engkau lebih mulia dari segalanya. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.
Penulis :
Ps. Yusak Wamin, S. Th










