Bengkulu||ISBCenter.com – Nats Pembimbing : Ulangan 30:19-20 “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi Tuhan, Allahmu, mendengarkan suara-Nya, dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu di tanah yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyangmu.”
A. Pendahuluan
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, hari ini kita akan membahas tentang kehendak bebas yang Tuhan berikan kepada manusia. Tuhan menciptakan manusia dengan kasih yang begitu besar. Salah satu bukti kasih-Nya adalah memberikan kita *kehendak bebas*—kemampuan untuk memilih dan mengambil keputusan sendiri.
Namun, sering kali manusia menyalahgunakan kehendak bebas ini. Ketika mengalami kegagalan atau penderitaan, kita cenderung menyalahkan orang lain, situasi, bahkan Tuhan. Padahal, Tuhan ingin kita bertanggung jawab atas setiap pilihan yang kita buat.
B. Kehendak Bebas yang Tuhan Berikan kepada Manusia
1. Kebebasan untuk Memilih Mengikuti Tuhan atau Tidak
Tuhan memberikan kita kebebasan untuk memilih jalan-Nya atau berpaling dari-Nya. Seperti yang dikatakan dalam *Ulangan 30:19*, Tuhan memperhadapkan kita pada kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihan ada di tangan kita, tetapi kita juga harus siap menerima konsekuensinya.
2. Kebebasan dalam Perbuatan dan Tindakan
Manusia diberikan kebebasan untuk bertindak sesuai dengan hati dan pikirannya. Namun, *Galatia 6:7* mengingatkan kita, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” Artinya, setiap tindakan kita memiliki akibat, baik atau buruk.
3. Kebebasan dalam Berbicara
Tuhan juga memberikan kita kebebasan untuk berbicara. Namun, dalam *Yakobus 3:5* dikatakan bahwa lidah adalah anggota tubuh kecil yang dapat membakar hutan besar. Karena itu, kita harus menggunakan kebebasan ini dengan bijak agar perkataan kita membawa damai dan membangun orang lain.
4. Kebebasan untuk Mencintai atau Membenci
Kita bisa memilih untuk mengasihi atau membenci sesama. Tetapi Tuhan menghendaki kita untuk *mengasihi, bahkan musuh kita* (Matius 5:44). Kasih adalah pilihan yang Tuhan inginkan dari kita, karena *Allah adalah kasih* (1 Yohanes 4:8).
5. Kebebasan dalam Mengelola Berkat Tuhan
Tuhan memberikan kita kemampuan untuk mengelola hidup kita, termasuk waktu, talenta, dan harta. Kita bisa memilih menggunakannya untuk memuliakan Tuhan atau untuk kepentingan sendiri. Namun, kita akan diminta pertanggungjawaban atas semua yang Tuhan percayakan (Matius 25:14-30).
C. Mempertanggungjawabkan Kehendak Bebas Kita
Kehendak bebas adalah anugerah, tetapi juga tanggung jawab besar. Tuhan ingin kita:
✅ *Menggunakan kehendak bebas dengan bijak*, sesuai firman-Nya.
✅ *Tidak menyalahkan orang lain atau keadaan* atas pilihan kita sendiri.
✅ *Siap menerima konsekuensi dari setiap keputusan* yang kita buat.
✅ *Bertobat dan kembali kepada Tuhan* jika kita salah memilih jalan hidup.
E. Penutup
Saudara-saudara, marilah kita menggunakan kehendak bebas kita dengan benar. Jangan menyalahkan orang lain, keadaan, atau bahkan Tuhan atas apa yang kita alami. *Pilihlah untuk hidup dalam kasih dan ketaatan kepada Tuhan*, karena itu yang membawa kehidupan dan berkat.
Mempertanggungjawabkan Kehendak Bebas Yang Tuhan Berikan
By. Pdt. Yusak Wamin, S. Th
Minggu, 2 February 2025
Selamat Hari minggu, selamat beribadah.
Pdt. Yusak Wamin, S. Th










