Korban Yang Berkenan Kepada Tuhan

Pdt.Yusak

Bengkulu||ISBCenter.com – “Maka katakanlah kepada mereka: ‘Sesungguhnya korban yang berkenan kepada Tuhan adalah kemurahan hati…'” (Mazmur 51:17, TB)

Apa itu korban? Korban secara sederhana memberikan sesuatu yang dimiliki untuk Tuhan. Korban dalam Perjanjian Lama bisa berupa hewan, barang, atau bahkan diri manusia yang diberikan kepada Tuhan sebagai tanda persembahan, pengampunan dosa, atau hubungan yang suci. Tujuannya adalah untuk menunjukkan pengakuan akan kesalahan, hormat kepada Tuhan, dan keinginan untuk memulihkan hubungan dengan-Nya. Pola dan kebiasaan itu bisa kita jumpai dalam kitab Taurat dan sejarah peradaban bangsa Israel. Dan tentu berubah di dalam Perjanjian Baru. Seperti tertulis dalam Ibrani 9:13.

“Karena tidaklah mungkin hewan yang disembelih itu, yang darahnya dibawa oleh imam ke dalam suci untuk pengampunan dosa, dapat membersihkan hati manusia.”

POLA KORBAN: PERJANJIAN LAMA (PL) DAN PERJANJIAN BARU (PB)

Pola Korban di Perjanjian Lama
– Berupa korban hewan (domba, sapi, kambing) atau barang (biji-bijian, minyak), yang dibunuh dan dibakar sebagai persembahan.
– Bertujuan untuk pengampunan dosa sementara, karena harus dilakukan berulang-ulang setiap kali orang berdosa.
– Dilaksanakan menurut aturan yang ketat (lihat Keluaran 29, Imamat 1-7) oleh imam di bait suci.

Catatan Alkitab misalnya terdapat. dalam Imamat 17:11
“Sesungguhnya darah itu yang akan membersihkan kamu dari segala dosa, karena dengan darah itu, dengan cara persetujuan, diberikan untukmu.” Dan dalam Imamat 1:4

“Mereka harus membawanya ke imam, dan ia akan meletakkan tangannya atas kepala korban, lalu korban itu disembelih di hadapan imam.” (Imamat 1:4, TB)

Pola Korban di Perjanjian Baru
– Berupa korban Yesus Kristus sebagai korban tunggal dan abadi. Dia adalah domba Tuhan yang membasmi dosa dunia (Yohanes 1:29).
– Bertujuan untuk pengampunan dosa yang kekal, karena Yesus telah menanggung semua dosa manusia sekali dan untuk selama-lamanya.
– Dilaksanakan melalui kepercayaan kepada Yesus, bukan melalui aturan atau korban hewan. Dia adalah imam yang abadi dan korban yang disembelih sendiri.

Catatan Alkitab misalnya :
“Karena oleh satu kali persembahan Dia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang diselamatkan.” (Ibrani 10:14, TB)

“Jadi kita sekarang memiliki keselamatan oleh iman, dan oleh iman itu juga kita mendekati Dia, dalam kepercayaan yang berkenan kepada-Nya yang telah memberi kita keselamatan itu.” (Ibrani 10:19-22, ringkasan TB)
PESAN PENTING DALAM TEMA INI :
1. Korban bukanlah sekadar ritual — Tuhan lebih menghargai kemurahan hati dan kesungguhan hati daripada persembahan yang hanya formal (Mazmur 51:17).
2. Yesus adalah penyelesaian korban — Semua korban di PL hanyalah bayangan dari korban Yesus di PB, yang menyelesaikan kebutuhan akan pengampunan secara permanen.
3. Kepercayaan adalah kunci — Di PB, kita tidak perlu memberikan korban hewan lagi; yang dibutuhkan hanyalah kepercayaan kepada Yesus sebagai korban yang berkenan untuk kita.
4. Hubungan dengan Tuhan yang sebenar — Korban bertujuan untuk memulihkan dan memperkuat hubungan dengan Tuhan, yang menjadi nyata melalui Yesus.

KESIMPULAN
Korban yang berkenan di PL adalah langkah persiapan yang menunjukkan kebutuhan manusia akan pengampunan, tetapi hanya bersifat sementara.

Di PB, Yesus Kristus muncul sebagai korban tunggal dan abadi yang memenuhi semua kebutuhan itu, sehingga kita dapat menerima pengampunan kekal dan hubungan yang suci dengan Tuhan melalui kepercayaan kepada-Nya.

Lalu kontek korban zaman sekarang, korban apa yang dari. manusia yang bisa berkenan kepada Tuhan? Dulu korban ada yang dibakar, sehingga baunya seperti dupa yang tercium. dengan. Tuhan. Karena inilah point yang sebenarnya yang harus kita pahami.

Ada orang merasa bahwa korban yang berkenan kepada Tuhan berupa harta, uang yang dipersembahkan kepada Tuhan melalui gereja atau orang-orang miskin. Tentu ini sesuatu yang baik apalagi diberikan dengan ketulusan. Hanya apakah Tuhan membutuhkan hal-hal itu? bukankah semua isi dunia ini dengan segala kekayaannya adalah milik Tuhan?

Saudara, saya mau katakan bahwa korban yang berkenan itu prinsipnya :
1. Harus keluar dari. ketulusan hati kita
2. Korban seharusnya harus sesuatu yang Tuhan tidak miliki.. Apa itu? Yaitu Pujian dan penyembahan kita kepada Tuhan.

Seharusnya ketika kita sedang beribadah, bernyanyi di mana saja, dan ketundukkan hati kita benar-benar lahir dari kehendak bebas kita yang tulus untuk memuji kebesaran Tuhan..

Bengkulu, 16 Nopember 2025

Pdt. Yusak Wamin, S. Th
Penulis

Pos terkait