Bengkulu||ISBCenter.com – Ibadah Minggu pagi di Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) BOM Bengkulu berlangsung khidmat dan penuh berkat. Dalam khotbahnya, Pendeta Yusak, S.Th mengangkat tema penting yang relevan bagi setiap rumah tangga: “Mezbah Keluarga: Tempat Bertemu dan Dipelihara Tuhan”.
Dengan memuat pengajaran dasar dari Kejadian 8:20 dan Matius 18:20, Pendeta Yusak mengajak jemaat untuk memahami makna sejati mezbah dalam kehidupan kekristenan masa kini.
Pendeta Yusak memulai khotbahnya dengan mengingatkan bahwa mezbah pertama yang tercatat dalam Alkitab Didirikan oleh Nuh sesaat setelah air bah surut. Bukan dibangun di tempat megah, melainkan di tempat yang sederhana sebagai ungkapan syukur dan penyembahan.
Secara harfiah, mezbah berarti tempat pengorbanan. Namun maknanya telah berkembang menjadi tempat di mana manusia menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Hari ini, kita tidak lagi mempersembahkan kurban hewan, tetapi dipanggil membangun mezbah keluarga tempat anggota seluruh rumah tangga bertemu, beribadah, dan berkumpul hidup bersama di hadapan Tuhan.
Ada tiga alasan mendasar mengapa mezbah keluarga menjadi kebutuhan mutlak:
1. Membangun Keintiman dan Meninggikan Nama Tuhan
Saat berkumpul bersama untuk beribadah, rumah tidak lagi hanya menjadi tempat berteduh, melainkan tempat di mana hadirat Allah hadir sesuai janji-Nya: “Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Matius 18:20).
2. Menjadi Benteng Perlindungan Rohani
Di tengah tantangan zaman yang semakin berat, mezbah keluarga berfungsi sebagai benteng. Seperti teladan Ayub yang rutin mempersembahkan doa bagi anak-anaknya, di sini keluarga berjuang melawan kekuatan kegelapan, mengakui kelemahan, dan memohon perlindungan Tuhan.
3. Mempererat Persatuan dan Pengharapan
Mezbah keluarga menjadi tempat mencurahkan segala pergumulan, saling menguatkan, dan menaruh seluruh masa depan di tangan Tuhan. Hal ini sesuai dengan janji dalam 2 Tawarikh 7:14, bahwa kerendahan hati dan doa bersama akan mendatangkan bantuan dan pemulihan.
Pendeta Yusak menegaskan bahwa pemimpin utama dalam membangun mezbah keluarga adalah ayah atau suami.
Seorang ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi terutama pemimpin rohani. Ia yang harus memulai, mengajak, dan memimpin keluarganya mendekat kepada Allah. Jika pemimpinnya teguh, maka rumah tangganya pun akan berdiri kokoh menghadapi segala badai.
Tidak memerlukan peralatan mahal atau waktu yang lama, mezbah keluarga dapat dibangun melalui tiga kegiatan sederhana namun penuh makna:
✅ Memuji dan Menyembah Tuhan Bersama – Pujian memiliki kuasa meruntuhkan tembok kemustahilan dan mendatangkan perdamaian sejahtera.
✅ Berdoa Bersama – Doa konsensus membawa kontradiksi dan pertolongan Tuhan atas setiap masalah keluarga.
✅ Membaca dan Merenungkan Firman Tuhan – Firman Allah menjadi pedoman hidup yang membangun iman dan karakter setiap anggota keluarga.
Bagi keluarga yang setia memelihara mezbah doa, Tuhan menjanjikan berkat yang melimpah:
– Hadirat Tuhan nyata di tengah rumah tangga
– Mendapatkan petunjuk dan pemeliharaan
– Terlindung dari serangan jahat
– Memperoleh kemenangan dalam setiap pergumulan
Di akhir khotbahnya, Pendeta Yusak mengajak setiap jemaat untuk segera memulai langkah nyata:
Mulailah dari hal kecil. Sediakan waktu singkat namun rutin setiap hari — pagi atau malam. Bagi para ayah, ambillah inisiatif memimpin dengan keteladanan, bukan sekadar perintah. Ingat, kualitas lebih penting daripada durasi. Lebih baik 10 menit yang sungguh-sungguh daripada satu jam yang rutin dilakukan.
Rumah tangga yang memiliki mezbah doa memiliki pondasi yang tidak dapat terguncang oleh badai apa pun. Disitulah Tuhan tinggal, melindungi, dan memastikan sepanjang masa.
— “Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” — Matius 18:20
Penulis: Yusak, S.Sth










