Jakarta||ISBCenter.com – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Di tengah kabar tersebut, kalangan ekonom mengingatkan agar sosok pengganti nantinya harus bersih dari afiliasi kekuasaan maupun politik praktis demi menjaga independensi Bank Indonesia dan memastikan tidak ada intervensi pemerintah.
Perry disebut mundur secara sukarela dengan alasan pribadi. Jika merujuk catatan sejarah, ini menjadi peristiwa pertama kalinya seorang Gubernur BI mengundurkan diri atas kemauan sendiri.
Sebelumnya, hanya satu Gubernur BI yang berhenti sebelum masa jabatannya berakhir, yakni Soedradjad Djiwandono yang diberhentikan oleh Presiden Soeharto sekitar enam minggu menjelang akhir masa jabatannya.
Guru Besar Ekonomi Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, menilai mundurnya Perry di tengah situasi ekonomi saat ini menjadi peristiwa yang tidak biasa.
“Pengunduran diri Gubernur BI di tengah masa jabatannya memang peristiwa yang belum pernah terjadi. Apalagi di tengah situasi ekonomi sekarang ini,” ujar Guru Besar Ekonomi Universitas Airlangga, Rahma Gafmi.
“Wajar jika hal ini langsung memicu diskursus publik dan kekhawatiran terkait isu independensi bank sentral,” kata Rahma.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, surat pengunduran diri Perry baru diterima Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (26/07). Surat tersebut dibuat satu hari sebelum diserahkan kepada Presiden. Saat ini, Presiden tengah menyiapkan Keputusan Presiden terkait pemberhentian Gubernur BI.
Lantas siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan tersebut? Sesuai dengan Pasal 50 ayat 2 UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, Deputi Gubernur Senior otomatis menjalankan tugas sebagai pejabat sementara.
Pasal itu menyatakan, dalam hal kekosongan jabatan Gubernur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum diangkat penggantinya, Deputi Gubernur Senior menjalankan tugas pekerjaan Gubernur sebagai pejabat Gubernur sementara.
Menindaklanjuti aturan tersebut, jajaran Dewan Gubernur telah menetapkan pengganti sementara.
“Maka, Dewan Gubernur dalam Rapat Dewan Gubernur 26 Juli 2026 menetapkan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pejabat Gubernur Sementara,” demikian kata Destry, pada saat jumpa pers di Kantor BI, menyusul pengunduran diri Perry.
Pengumuman pengunduran diri Perry Warjiyo pada Senin pagi (27/07) langsung direspons pasar. IHSG sempat tertekan dan fluktuatif sepanjang perdagangan, dan ditutup melemah 10,64 poin atau 0,17% ke level 6.185,75. Tercatat 341 saham turun, 301 saham menguat, dan 147 saham stagnan.
Rupiah juga ikut tertekan dan ditutup di level Rp18.009 per dolar AS pada sore hari, melemah sekitar 0,26% dibandingkan posisi akhir pekan lalu di kisaran Rp17.969 per dolar AS.
Guru Besar Ekonomi Moneter FEB Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, menjelaskan pelemahan tersebut merupakan akumulasi kerentanan pasar yang sudah terbentuk sebelumnya, salah satunya akibat ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik yang mengganggu rantai pasok energi serta memperkuat dominasi dolar AS, sehingga ruang gerak bank sentral menjadi sangat terbatas.
“Kebijakan suku bunga tinggi serta instrumen stabilisasi seperti operasi moneter dan lelang repo sering kali berada dalam posisi serba salah antara meredam pelarian modal atau menjaga momentum pertumbuhan domestik,” kata Rahma.
Menurut Rahma, di tengah kerentanan tersebut, mundurnya Gubernur BI menjadi “pukulan telak seketika” yang membuat investor mengambil sikap “wait and see”.
Sementara itu Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menilai pasar akan terus bertanya-tanya atas keputusan mendadak ini.
“Karena itu, BI dan pemerintah harus meyakinkan pelaku pasar. Yang tidak kalah penting, pemerintah juga harus meyakinkan masyarakat mengingat pengunduran diri ini bukan hanya berkaitan dengan BI, tapi juga tata kelola kebijakan pemerintah secara keseluruhan dan kaitannya dengan independensi BI,” tutur Faisal.
Faisal menambahkan, selain penjelasan resmi, bukti stabilitas makro dan independensi bank sentral harus tercermin dari pergerakan rupiah dan IHSG dalam beberapa hari ke depan..(*1dn)










