Riau||ISBCenter.com – Pemerintah Provinsi Riau menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Riau berhasil meraih peringkat kedua nasional untuk klasifikasi provinsi dalam penilaian Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) Tahun 2026.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie, kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto. Penyerahan berlangsung di Auditorium Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2026).
Penganugerahan IKD 2026 ini diselenggarakan oleh PII bekerja sama dengan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri RI. Ajang ini digelar sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil menerapkan praktik keinsinyuran secara profesional dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Pengukuran IKD sendiri merujuk pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Dalam penilaiannya, terdapat empat aspek utama yang menjadi indikator, yakni kebijakan daerah, sumber daya manusia keinsinyuran, proyek keteknikan, serta dampak dan keberlanjutan pembangunan.
Pada tahun ini, Provinsi Riau menjadi satu dari enam provinsi yang mendapatkan undangan khusus untuk menerima penghargaan. Selain Riau, lima provinsi lainnya yang masuk dalam daftar terbaik adalah Bali, DKI Jakarta, Lampung, Maluku Utara, dan Sulawesi Selatan.
Keenam provinsi tersebut berhasil menyisihkan puluhan provinsi lain dari seluruh Indonesia setelah melalui tahapan panjang mulai dari pengisian data, verifikasi, hingga asesmen yang dilakukan oleh Dewan Asesor PII sejak Juli 2026.
Capaian Riau ini tidak lepas dari kerja kolektif 21 Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Riau. Seluruh proses penilaian dikoordinasikan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau bersama Pengurus Wilayah PII Provinsi Riau.
Adapun ruang lingkup asesmen meliputi penyusunan kebijakan tertulis terkait keinsinyuran, pendataan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlatar belakang teknik, fasilitasi sertifikasi profesi insinyur, serta pendokumentasian proyek-proyek dan inovasi keteknikan di masing-masing instansi.
Kepala BKD Provinsi Riau, Budi Fakhri, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, penilaian IKD tahun ini merupakan yang pertama kali digelar secara nasional, sehingga menjadi proses pembelajaran bersama bagi semua daerah.
“Alhamdulillah, dengan dukungan dan kerja sama seluruh Perangkat Daerah bersama PII Wilayah Riau, Provinsi Riau mampu menunjukkan komitmen nyata dalam penerapan praktik keinsinyuran yang profesional pada penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah,” ujar Budi Fakhri.
Ke depan, Pemprov Riau berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem keinsinyuran secara berkelanjutan. Salah satunya dengan mendorong ASN berlatar belakang teknik untuk mengikuti sertifikasi keinsinyuran guna meningkatkan kualitas tata kelola pembangunan daerah.
Turut hadir mendampingi Plt Gubernur Riau dalam acara tersebut Kepala BKD Provinsi Riau Budi Fakhri, Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau Decy, Dewan Pembina PII Riau yang juga Ketua Umum DPP ASPEKNAS H Aswandi, Dewan Penasehat PII Riau Irving Kahar Arifin, Ketua PII Provinsi Riau Ulul Azmi, serta Ketua Deputi Bidang Organisasi dan Kelembagaan PII Riau Pipin Azrin..(*ay)










