Ribuan Media Daring Tumbuh di Riau, Diskominfotik Ingatkan Jurnalis Jaga Etika dan Silaturahmi

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Supriyadi,

Riau||ISBCenter.com – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Supriyadi, mengingatkan insan pers untuk tetap menjunjung tinggi etika dan profesionalisme di tengah pesatnya pertumbuhan media daring.

Imbauan tersebut disampaikan Supriyadi dalam diskusi bulanan bertajuk “Tantangan dan Masa Depan Pers Riau” yang digelar di Gedung PWI Riau, Pekanbaru, Selasa (15/9/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam pemaparannya, Supriyadi mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 5.600 hingga 5.800 entitas media online yang aktif memproduksi dan mendistribusikan informasi di wilayah Provinsi Riau. Ribuan media tersebut bernaung di bawah berbagai organisasi profesi dan perusahaan pers, seperti PWI, AJI, IJTI, JMSI, hingga SPS.

Menurutnya, keberagaman organisasi dan latar belakang media seharusnya tidak menjadi sekat, melainkan menjadi kekuatan untuk melangkah bersama memajukan pers di Riau.

“Kita memaklumi ada berbagai warna yang berbeda, tetapi jauh lebih baik jika kita melangkah bersama-sama. Meski bernaung di organisasi yang berbeda, hal yang paling utama adalah tetap menjaga hubungan silaturahmi antar sesama pelaku media,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Riau Supriyadi pada Selasa (15/9/2026).

Supriyadi juga menyoroti tantangan moral dan etika yang dihadapi wartawan di era percepatan arus informasi digital. Ia menilai, persaingan industri media yang semakin ketat berpotensi membuat insan pers terjebak pada orientasi komersial semata jika tidak dibarengi dengan kehati-hatian.

“Akan datang suatu zaman gila, di mana jika kita tidak ikut gila, kita seolah tidak akan kebagian. Tetapi ingat, itu belum selesai, kita harus tetap mengambil sikap untuk eling dan waspada,” ujar Supriyadi.

Ia menekankan, setiap karya jurnalistik yang dihasilkan hari ini akan menjadi jejak digital dan catatan sejarah yang akan dinilai oleh masyarakat serta generasi mendatang. Oleh karena itu, penting bagi jurnalis untuk menjaga marwah dan rekam jejak pers yang baik.

“Ingatlah bahwa kita memiliki anak cucu yang kelak akan mewarisi generasi ini. Mari pertahankan nilai-nilai yang baik dan terus kita tumbuh suburkan bersama,” tutur Supriyadi.

Diskusi tersebut dihadiri puluhan wartawan dan pimpinan redaksi dari berbagai media lokal di Riau. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat persatuan antar pelaku media sekaligus mendorong peningkatan kualitas karya jurnalistik di daerah..(*ay)

Pos terkait