Seluruh Kabinet Guinea Ekuatorial Mengundurkan Diri, Karena Gagal Capai 10 Persen Target

Gagal Capai 10 Persen Target, Seluruh Kabinet Guinea Ekuatorial Mengundurkan Diri

Jakarta||ISBCenter.com – Gelombang perombakan besar melanda pemerintahan Guinea Ekuatorial. Seluruh anggota kabinet resmi mengundurkan diri secara massal setelah dinilai gagal merealisasikan sebagian besar target kerja pemerintah. Kabinet baru dijadwalkan akan diumumkan dan dilantik dalam beberapa hari ke depan.

Struktur kepemimpinan negara Afrika Tengah ini memang cukup unik. Presiden Teodoro Obiang Nguema Mbasogo memimpin bersama putranya yang menjabat sebagai Wakil Presiden, Teodoro Nguema Obiang Mangue. Dengan kata lain, Guinea Ekuatorial dijalankan oleh pasangan bapak dan anak di posisi dua teratas pemerintahan.

Pengunduran diri serentak itu diumumkan Wakil Presiden Obiang melalui akun X pribadinya. Ia menyebut, Perdana Menteri Manuel Osa Nsue Nsuga telah mengajukan pengunduran diri seluruh anggota pemerintah karena kegagalan mencapai target yang ditetapkan.

Menurut Obiang, tingkat keberhasilan kabinet hanya menyentuh 10 persen dari keseluruhan target. Meski begitu, ia tidak merinci parameter atau metode yang digunakan untuk mengukur capaian tersebut.

”Tingkat pelaksanaan yang dicapai jelas tidak memadai jika dibandingkan harapan dan komitmen yang telah dibuat,” kata Wakil Presiden dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X.

Partai Demokrat Guinea Ekuatorial (PDGE) selaku partai penguasa membenarkan adanya kekecewaan Presiden Obiang Mbasogo terhadap kinerja kabinet. Partai menyebut tiga persoalan utama yang jadi sorotan: korupsi, keterlambatan proyek pembangunan, dan kegagalan untuk melakukan diversifikasi ekonomi.

Sebagai salah satu negara penghasil minyak di Afrika Sub-Sahara, Guinea Ekuatorial sangat bergantung pada sektor migas. Upaya mengurangi ketergantungan itu dengan mendorong sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata belum menunjukkan hasil signifikan. Sejumlah proyek infrastruktur strategis juga dilaporkan molor bertahun-tahun.

Pengunduran diri seluruh kabinet dinilai sebagai langkah politik yang jarang terjadi dan menandakan keseriusan Presiden Obiang Mbasogo untuk merombak birokrasi. Obiang Mbasogo sendiri telah berkuasa sejak 1979 dan merupakan salah satu pemimpin dengan masa jabatan terlama di dunia.

Hingga kini belum ada bocoran resmi susunan kabinet baru. Sumber di lingkaran istana menyebut seleksi menteri akan mengutamakan figur teknokrat yang mampu mengeksekusi program prioritas dengan cepat, transparan, dan bersih dari korupsi.

Publik Guinea Ekuatorial kini menanti apakah reshuffle total ini benar-benar akan mempercepat reformasi dan memperbaiki tata kelola pemerintahan yang selama ini dikritik..(1dn)

Pos terkait