Tetap Mengandalkan Tuhan

Pdt.Yusak,S.Th

Bengkulu||ISBCenter.com – Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Pendahuluan:
Shalom, saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan. Hidup yang kita jalani saat ini penuh dengan ketidakpastian. Hari ini sehat, besok bisa sakit. Hari ini pekerjaan lancar, besok bisa berubah total. Kadang hidup terasa seperti berjalan di tengah kabut—kita tidak tahu apa yang menanti di depan. Namun, justru di situlah iman kita diuji. Apakah kita masih bisa bersyukur? Apakah kita masih mengandalkan Tuhan? Ada 3 bagian kebenaran yang bisa kita pelajari bersama :

I. Pertama, Hidup Ini Tidak Pasti, Tapi Tuhan Kita Pasti.
Kita tidak bisa mengontrol situasi. Kita tidak tahu besok apa yang akan terjadi. Tapi kita mengenal Tuhan yang tahu segalanya, dan yang berdaulat atas segalanya. Amsal 3:5-6 menjadi pengingat agar kita tidak bersandar pada logika dan kekuatan sendiri, tetapi percaya sepenuhnya kepada Tuhan.

lustrasi: Kompas vs GPS
Saudara, bayangkan kita sedang mendaki gunung. Kita terbiasa menggunakan GPS, tetapi ketika sinyal hilang, kita bisa panik. Tapi jika kita punya kompas, kita bisa tahu arah utara dan bisa melanjutkan perjalanan. Tuhan adalah kompas kita. Dia mungkin tidak langsung menunjukkan semua detail jalan hidup kita, tetapi Dia akan selalu mengarahkan kita ke jalan yang benar.

II. Kedua, Rasa Syukur Menjaga Hati Kita Tetap Tenang.
1 Tesalonika 5:18 berkata: Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Mengucap syukur bukan berarti hidup kita selalu baik, tetapi karena Tuhan kita selalu baik.

Analogi: Jangkar dalam Badai.
Hidup seperti berada di atas kapal di tengah lautan. Ketika badai datang, kapal bisa goyah. Tapi jika ada jangkar yang kuat, kapal tetap bertahan. Syukur dan iman kita adalah jangkar dalam badai kehidupan. Jangan lepaskan jangkar itu, saudara. Pegang terus Tuhan dalam doa dan penyembahan.

III. Dan Ketiga, Bagaimana Tetap Bersyukur dan Mengandalkan Tuhan.
1. Lihat apa yang masih ada, bukan yang hilang. Banyak orang lupa bersyukur karena fokus pada masalah. Tapi jika kita mau melihat, kita akan sadar bahwa kasih Tuhan tidak pernah berhenti.
2. Berdoa dan menyembah, bukan hanya mengeluh. Saat hati gelisah, datanglah kepada Tuhan. Puji-pujian adalah kekuatan. Ucapan syukur adalah bentuk iman.
3. Percaya bahwa Tuhan punya rencana, bahkan di tengah kekacauan. Roma 8:28: Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia…

Kesimpulan :
Hari-hari ini mungkin kita sedang berada dalam badai. Ekonomi sulit, keluarga diuji, atau masa depan terasa kabur. Tapi mari kita pilih untuk tetap bersyukur dan tetap percaya. Karena hidup ini mungkin tidak menentu, tapi Tuhan selalu setia.

Ajakan Refleksi :
Saya ingin bertanya kepada kita semua:
– Apa kita sudah sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan dalam situasi ini?
– Apa kita masih bersyukur, atau hanya mengeluh setiap hari?
Hari ini, mari ambil keputusan: Aku mau tetap bersyukur. Aku mau tetap percaya. Aku mau tetap mengandalkan Tuhan.

Shalom Kasih Salam Kristus Tuhan Kita, Amin

Pdt. Yusak Wamin, S. Th
Penulis

Pos terkait