Mukomuko||ISBCenter.com – Sejumlah tokoh masyarakat dan warga Desa Sumber Makmur, Kecamatan Sungai Rumbai mempertanyakan keberadaan aset desa berupa pasar dan KMD, serta realisasi pengadaan 14 ekor sapi program ketahanan pangan tahun 2025 senilai Rp197 juta yang hingga kini tidak terlihat.
Warga Desa Sumber Makmur menyoroti sejumlah penggunaan Dana Desa tahun 2025. Selain aset desa seperti pasar dan KMD yang belum jelas pengelolaannya, warga juga mempertanyakan program ketahanan pangan berupa pembelian 14 ekor sapi dengan pagu anggaran Rp197 juta dan pengadaan jagung sekitar Rp60 juta.
“Betul, kami mempertanyakan aset desa seperti pasar dan KMD. Terus untuk sapi 14 ekor yang dananya Rp197 juta itu sampai sekarang kami tidak melihat keberadaannya. Begitu juga dengan ketahanan pangan jagung sekitar Rp60 juta,” ujar salah seorang tokoh masyarakat, Rabu (22/7/2026).
Warga menilai transparansi pengelolaan Dana Desa sangat penting agar program yang dianggarkan pemerintah pusat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, warga meminta Inspektorat Kabupaten untuk melakukan audit terhadap pengelolaan Dana Desa di Desa Sumber Makmur. Khususnya pada kegiatan ketahanan pangan berupa pengadaan sapi 14 ekor.
“Kami minta kepada Inspektorat untuk audit dan transparan. Biar jelas kemana saja penggunaan dana desa ini,” lanjut warga.
Selain itu, warga juga mempertanyakan peran Tim Monitoring Kecamatan dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Dana Desa di Desa Sumber Makmur.
Warga memahami teknis pengadaan sapi untuk ketahanan pangan merupakan program dari pemerintah pusat melalui Dana Desa yang mekanismenya sudah diatur.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Sumber Makmur dan pihak Kecamatan Sungai Rumbai belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut.(*zul)










