Puji Tuhan, kita sudah menginjak pada bagian ke 5 dari materi Dasar Kekristenan. Mengalami Baptisan air adalah materi yang sangat serius untuk kita pelajari.
Kita tentunya sepakat bahwa Baptisan tidak menyelamatkan, sebab kita diselamatkan melalui iman terhadap kasih karunia Tuhan di dalam Yesus Kristus (Efesus 2:18-19, Yohanes 3:16)). Namun orang yang percaya, pasti rindu untuk dibaptis, sebab baptisan air adalah respon dan tindakan ketaatan oleh orang yang diselamatkan tersebut terhadap kasih karunia di dalam Yesus Kristus.
Ada enam (6) Kebenaran Tentang Baptisan yang perlu kita pahami :
A1. Pengertian Baptisan Air
Matius 3:11a. Baptisan adalah Deklarasi pertobatan dari seseorang. Dalam artian yang bersangkutan telah menyesali semua dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang telah diperbuatnya dan berbalik kepada pola hidup yang baru menurut firman Tuhan. Jadi bukan sekedar simbol atau tanda pertobatan atau apalagi sekedar tanda seorang menjadi penganut Agama Kristen.
2. Makna Baptisan Air.
Melalui Baptisan air, hendaklah seseorang itu dapat menghayati 3 hal ( Kolose 2:12), yaitu :
A. Menghayati Kematian di Dalam Kristus. Waktu seseorang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat, sesungguhnya ia telah mematikan dosa.
B. Menghayati penguburan bersama Kristus. Waktu seseorang diselamkan, itu berarti bawah dosanya telah dikuburkan.
C. Menghayati Kebangkitan bersama Kristus. Waktu seseorang diangkat dari dalam air, itu berarti orang tersebut telah bangkit menjadi manusia baru di dalam Yesus Kristus.
3. Syarat Baptisan.
Secara prinsip orang dibaptis adalah orang yang percaya. Hal itu bisa kita baca dalam Kisah Para Rasul 8:36-38. Selain percaya, kita bisa melihat dan merasakan ada semangat pertobatan dari dari Sida-sida Etiopia itu. “Ayat 37 [Sahut Filipus: “Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya: “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.”]
Karena itu Percaya dan bertobat menjadi syarat mutlak untuk baptisan. Dan baptisan akan kehilangan maknanya jika kedua unsur ini tidak terpenuhi.
4. Cara Baptisan (Matius 3:15-17)
A. Diselamkan
Cara ini sesuai dengan peristiwa pada waktu Yesus dibaptis oleh Yohanes. Matius 3:15-17. Dijelaskan bahwa Yesus keluar dari air, artinya Yesus sebelumnya ada di air.
B. Dipercikan
Menurut kebiasaan / budaya gereja paskah kisah para Rasul.
C. Baptisan bendera. Beberapa aliran gereja melakukan ini.
Menurut saya pribadi, metode baptisan yang paling tepat adalah dengan cara diselamkan. Orang yang dibaptisan adalah orang telah percaya dan bertobat. Sebab metode dan masa ini cocok untuk dapat menggambarkan pristiwa Kematian, penguburan dan kebangkitan Tuhan Yesus.
5. Berkat Baptisan Air.
Kebenaran akan Baptisan air ini kita bisa lihat di dalam Matius 3:15-17.
A. Berkat Langit Terbuka.
Berbicara ada pengharapan dan masa depan bagi yang taat di Baptis.
B. Proklamasi Imanuel.
Bahwa Allah menyatakan akan menyertai mereka yang memberi dirinya untuk dibaptis.
C. Proklamasi Sebagai Anak Tuhan.
Di dalam pristiwa baptisan juga ada pengakuan bahwa orang yang dibaptis adalah anak Tuhan.
D. Proklamasi Perkenanan Tuhan.
Bahwa semua dosa, pelanggaran, kebiasaan buruk telah dihapus oleh Yesus. Orang yang dibaptis dengan benar, hidupnya telah dikenan Tuhan.
6. Yang Melakukan Baptisan.
Merujuk kepada Alkitab dalam perjanjian baru, yang melaksanakan Baptisan adalah Para Rasul dan Murid-murid Yesus. Tidak ada petunjuk khusus dan tidak ada syarat khusus, namun demi tertib gereja dan agar baptisan itu dilaksanakan penuh makna serta dalam kebenaran, maka pelaksana Baptisan air adalah Bapa/pemimpin rohani.
Powert Stamen :
Baptisan Adalah Tindakan Ketaatan Dari Orang Yang Serius Untuk Hidup Dalam Jalan Tuhan. Untuk Menghayati Kematian, Penguburan dan Kebangkitan Bersama Dengan Yesus Kristus.
(Ps. Yusak)
Ayat Hafalan : Kolose 2:12
karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati..
Penulis: Pdt Yusak, S.Th










