Bengkulu||ISBCenter.com-Pada tanggal 18 Mei 2023 ini, umat Kristiani seluruh dunia merayakan kenaikan Yesus Kristus ke Surga. Sebelumnya Yesus bangkit setelah tiga hari wafat-Nya, kemudian kembali pada Bapa di surga pada hari ke-40.
Para murid menghadapi perpisahan dengan Sang Gurunya untuk kedua kalinya. Bagaimana tidak? Sebelumnya Yesus mati disalibkan telah merenggut sosok yang mereka amat teladani, mereka hampir saja putus ada, untungnya pada hari ketiga, Yesus bangkit dan menampakan diri-Nya dengan para murid. Tentulah mereka kembali bersemangat dan yakin bahwa Yesus yang mereka teladani berkuasa atas alam maut. Namun perasaan itu hanya terjadi selama lebih kurang 40 hari, karena Yesus menyampaikan pesan bahwa ia akan kembali ke surga. Sebelum kenaikan-Nya, Yesus membawa para murid ke luar kota Yerusalem, hingga dekat Betania. Dikisahkan Lukas 24:50-51, Yesus naik ke surga.
“Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke surga.”
Lagi-lagi para Murid pasti alami kesedihan, bayangkan siapa yang tak sedih dengan perpisahan? Namun perpisahan kali ini berbeda dengan perpisahan biasanya, sebab diketahui bahwa perpisahan mereka tidak diwarnai isak tangis dan duka melainkan dengan sukacita. Dikisahkan dalam Injil Lukas seperti ini :
“Mereka sujud menyembah kepada-Nya lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.” (Luk. 24:52-53)
Ada beberapa makna kenaikan Yesus Kristus ke Surga :
1. Ia naik ke Sorga supaya ada tempat bagi kita, sebab hidup di dunia ini adalah hidup sementara. Alkitab mengatakan bahwa upah dosa adalah maut (Rm. 6:23). Alkitab juga mengatakan bahwa satu kali kelak manusia akan meninggal (Ibr. 9:27). Kematian adalah sesuatu yang pasti, tidak dapat melarikan diri atau mewakilkannya kepada orang lain. Kita harus menghadapinya secara pribadi.
Sebagai orang yang percaya kita bersyukur bahwa kematian bukanlah akhir dari hidup kita. Kematian hanyalah cara Allah untuk membawa kita dari dunia yang fana ke sorga yang baka. Kita sekarang berada dalam pengharapan akan kedatangan-Nya kembali untuk menggenapi apa yang ia katakan kepada murid-murid-Nya
“…Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat- Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.” (Yoh. 14:3).
2. Ia naik ke Sorga, supaya Roh Kudus datang menolong orang percaya. Supaya hidup orang percaya tidak semata bergantung pada sesuatu yang ada pada dirinya, atau pada apapun dan siapapun tetapi pada kuasa Roh Kudus (Za. 4:6). Jika Tuhan Yesus naik ke sorga, Roh Kudus tidak datang ke dunia ini dalam ar ti yang khusus bagi orang yang percaya kepada-Nya (Yoh. 16:7).
Jika Roh Kudus hadir dalam diri seseorang, maka Ia akan menginsafkannya akan dosa, kebenaran dan penghakiman yang akan datang (Yoh. 16:8). Mengajar dan mengingatkan kita apa yang Alkitab katakan (Yoh. 14:26). Membantu kita menjalani kehidupan yang berkenan kepada Allah (Rm. 8:13), dan membantu kita memiliki pengharapan yang berlimpah-limpah (Rm. 15:13).
Ia juga membantu kita menjadi saksi Yesus Kristus ke seluruh dunia (Kis. 1:8), membantu kita dalam doa dengan keluh kesah yang dalam di hadapan Allah (Rm. 8:26; Yud. 1:20) dan membawa kasih Allah secara merata di hati kita, supaya kita dapat mengasihi Allah dan sesama kita (Rm. 5:5; Mat.22:38-40). Tanpa Roh Kudus, hidup kita ibarat pelita tanpa minyak, dan garam tanpa rasa asin. Tidak berguna dan dibuang orang.
3. Ia naik ke Sorga, supaya ibadah orang percaya kepada-Nya semakin bermakna dan bergairah. Jika Tuhan kita Yesus Kristus tidak naik ke sorga, ibadah kepada-Nya menjadi terbatas oleh waktu, tempat dan suasana. Roh Kudus membawa suasana ibadah dalam roh dan kebenaran. Ibadah lalu tidak lagi terikat pada waktu, tempat dan siapa yang memimpin ibadah (Yoh. 4:20-24).
Kesimpulan :
Peristiwa kenaikan Yesus ke surga selain memiliki 3 makna di atas tetapi jua mengisyaratkan tentang tugas baru bagi para murid (orang percaya) untuk mewartakan kasih karunia Allah kepada manusia. Dengan Yesus memberkati para murid sebelum Ia terangkat ke Surga, Ia mempercayakan tugas pewartaan. Dan benar saja, setelah itu mereka kembali ke Yerusalem dengan penuh sukacita, tanpa ketakutan dan tanpa gentar mereka mewartakan Injil kepada siapapun yang mereka jumpai bahkan mereka pergi menyebar ke seluruh bangsa dengan penuh tanggungjawab, walau maut sekalipun mereka harus hadapi.
Siapkan anda menghadapi akan kedatangan Yesus Kristus untuk kedua kalinya? Mari renungkan!
Penulis: Pdt. Yusak, S. Th
Penatua GKKD Bengkulu
Ketua BKSAG










